Modrić Pecahkan Rekor Assist Tertua di Piala Dunia 2026
Luka Modrić kembali menorehkan sejarah di Piala Dunia 2026 saat membantu gol kemenangan Kroasia atas Ghana 2-1 pada laga penutup Grup L, Selasa (waktu setempat). Umpan sepak pojok Modrić pada menit ke-83 disambut sundulan Nikola Vlašić yang mengubah skor menjadi 2-1, sehingga sang kapten tercatat sebagai pemain tertua yang mencatat assist di putaran final Piala Dunia pada usia 40 tahun 291 hari.
Detik-detik gol dan rekor
Ketika skor masih imbang 1-1, Modrić mengambil peran kunci pada menit ke-83 dengan memberikan umpan dari sepak pojok yang presisi. Sundulan Nikola Vlašić memanfaatkan bola itu dan menjadi penentu kemenangan Kroasia.
Gol ini bukan sekadar penentu laga, melainkan juga memecahkan rekor sejarah turnamen. Berdasarkan catatan statistik resmi pertandingan, usia Modrić membuatnya menjadi pemain tertua yang mencatat assist di putaran final Piala Dunia.
Dampak pada klasemen dan kelolosan
Kemenangan tersebut memastikan Kroasia mengamankan tiga poin penting dan melaju ke babak 32 besar. Dengan tambahan poin itu, Kroasia finis di posisi kedua Grup L dengan total enam poin, hanya di bawah Inggris yang menjadi juara grup dengan tujuh poin.
Hasil ini mengokohkan Kroasia sebagai tim yang berbahaya meski menghadapi lawan-lawan fisik seperti Ghana. Posisi kedua membuat mereka bersiap menghadapi lawan yang lebih menantang di fase gugur.
Peran Modrić di lapangan
Pengalaman Modrić kembali menjadi pembeda dalam laga ini. Ketenangan pemain berusia 40 tahun itu dalam mengatur ritme permainan dan kualitas umpan bola mati menjadi faktor kunci bagi Kroasia. Ia menunjukkan kemampuan membaca situasi dan akurasi yang tetap terjaga di level tertinggi.
Penampilan Modrić di Piala Dunia 2026 mempertegas bahwa visi bermain dan pengalaman dapat menjadi aset penting, meski menghadapi pemain-pemain generasi baru yang lebih muda dan bertenaga.
Prospek Kroasia di fase gugur
Dengan Modrić masih menjadi motor permainan, Kroasia memiliki modal kuat memasuki babak 32 besar. Keberlanjutan performa sang kapten akan menjadi faktor penentu bagi upaya Kroasia untuk melangkah lebih jauh di turnamen.
Ketangguhan mental dan kualitas eksekusi bola mati yang ditunjukkan melawan Ghana memberi sinyal bahwa Kroasia tetap berpotensi mengancam lawan-lawannya di fase gugur.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Jonatan Christie Lolos 32 Besar Kejuaraan Dunia BWF 2026
Jonatan Christie melaju ke 32 besar Kejuaraan Dunia BWF 2026 usai menundukkan Matthias Kicklitz 21-15, 21-14...
Menpora Minta Dukungan Publik untuk Atlet di Asian Games 2026
Menpora Erick Thohir minta dukungan publik untuk atlet Indonesia jelang Asian Games 2026 saat mengunjungi ge...
Zverev Melaju ke 16 Besar Cincinnati Setelah Dua Tie-break
Zverev menang 7-6(4), 7-6(8) atas Terence Atmane dan melaju ke 16 besar Cincinnati Open 2026 setelah dua tie...
Jay Herdman Resmi Gabung Bali United
Jay Herdman resmi bergabung dengan Bali United setelah Cavalry FC mengonfirmasi transfer pada 17 Agustus 202...
Manchester City Lepas Tijjani Reijnders ke Al Qadsiah
Manchester City menyetujui transfer Tijjani Reijnders ke Al Qadsiah; negosiasi personal pemain masih berlang...
Rybakina Melaju ke 16 Besar Cincinnati Open setelah Singkirkan Frech
Elena Rybakina melaju ke 16 besar Cincinnati Open 2026 usai menaklukkan Magdalena Frech 6-4, 7-6(2) meski pe...