Lokal

Enam Atlet Moccak Pakpak Aceh Singkil Berangkat ke Malaysia

Bagikan:
Atlet Moccak Pakpak Aceh Singkil bersiap berangkat ke Malaysia

Medan — Enam atlet silat Moccak Pakpak dari Aceh Singkil berangkat ke Selangor, Malaysia, Rabu (23/9) untuk berlaga di FIFTY7K International Open Championship/Silat Champions Cup 2026 pada 25–29 September 2026. Tim yang didampingi pelatih dan pengurus Tampak itu dilepas dalam upacara adat dan berharap meraih medali serta perhatian pemerintah daerah.

Pelepasan adat dan prosesi keberangkatan

Sebelum berangkat, tim dilepas di Desa Kuta Tinggi, Kecamatan Simpang Kanan, pada Sabtu (19/9). Acara dihadiri camat, unsur Muspika, tokoh mukim, kepala desa, kepala puskesmas, serta pembina PB Tampak.

Prosesi berlangsung sakral dengan nuansa kebudayaan lokal. Sebagai komitmen menjaga kearifan lokal dilakukan Adat Pemberian Makan Pelleng dipandu tokoh adat Mesin Tumangger. Selain itu juga digelar peusijuk, ritual tepung tawar sebagai doa keselamatan dan permohonan restu agar atlet mendapat perlindungan selama bertanding.

Pesan sportivitas dan identitas budaya

Pengurus Tampak menegaskan bahwa moccak bukan sekadar teknik bela diri, tetapi juga identitas dan marwah budaya Pakpak. Arahan dari pejabat setempat menekankan pentingnya bertanding dengan semangat juang, menjunjung sportivitas, serta menjaga nama baik budaya saat tampil di pentas internasional.

Daftar atlet dan kategori

Tim terdiri dari enam atlet binaan PB Tampak yang akan turun di berbagai kelas usia dan bobot. Rinciannya sebagai berikut:

  • Ega Franta Manik (Kuta Tinggi) — Pra Dini, Kelas D (27–30 kg)
  • Anindita Fitiya Manik (Lae Ripe) — Dini, Kelas G (42–45 kg)
  • Enika Latisa Manik (Kuta Tinggi) — Pra Remaja, Kelas E (46–50 kg)
  • Wahyuni Harefa (Kuta Tinggi) — Pra Remaja, Kelas F (50–54 kg)
  • Rosita Br Boang Menalu (Kuta Tinggi) — Pra Remaja, Kelas H (58–62 kg)
  • Kipidas Manik (Guha) — Remaja, Kelas B (43–47 kg)

Pendanaan dan harapan dukungan

Pengurus Tampak berharap atlet mampu merebut medali emas. Namun pendanaan perjalanan dan persiapan masih ditanggung secara patungan oleh komunitas karena belum mendapat dukungan resmi dari pemerintah kabupaten maupun KONI setempat.

Pengurus berharap hasil di kejuaraan internasional ini menjadi alasan kuat bagi pemangku kebijakan untuk memberikan dukungan lebih besar ke depan, baik dana maupun fasilitas pembinaan.

Simbol dan pesan visual

Banner keberangkatan menampilkan Sang Merah Putih, siluet pesilat, kobaran api semangat, serta ikon Patung Dewa Murugan Batu Caves. Visual ini dimaknai sebagai pernyataan bahwa Moccak Pakpak siap tampil di panggung internasional dan memperkenalkan budaya Pakpak ke dunia.

Kontingen bertolak melalui Bandara KNIA, Deli Serdang, Rabu (23/9), membawa harapan masyarakat Aceh Singkil agar prestasi olahraga tradisional itu mendapat pengakuan dan dukungan lebih luas.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait