Sabang Perkuat Sinergi TP PKK, Dekranasda, dan Posyandu
SABANG — Ketua TP PKK Kota Sabang, Nuri Farisal, mengikuti rapat penguatan tata kelola TP PKK, Dekranasda, dan TP Posyandu pada Senin, 21 September 2026 di Jakarta. Pertemuan bertujuan memperkuat sinergi antar lembaga agar program pemberdayaan masyarakat berjalan lebih terarah dan berdampak.
Rapat regional dan peserta
Rapat berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta, dan dihadiri sekitar 1.500 peserta dari tingkat pusat dan daerah. Peserta berasal dari 16 provinsi di wilayah Indonesia bagian barat serta mencakup 273 kabupaten/kota.
Penekanan pada tata kelola yang kuat
Ketua Umum TP PKK sekaligus Ketua Umum TP Posyandu dan Ketua Harian Dekranas, Tri Tito Karnavian, menekankan pentingnya struktur organisasi jelas dan mekanisme kerja yang terukur. Ia meminta penguatan mulai dari pembagian tugas, kewenangan, koordinasi, perencanaan, pelaksanaan, hingga monitoring dan evaluasi.
Tri menegaskan sinergi bukanlah penyamaan fungsi. Ia mendorong kolaborasi yang memperkuat peran masing-masing lembaga sesuai tugas dan keunggulan. Dengan begitu, program pemberdayaan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
Respons dari daerah: Sabang
Nuri Farisal menyatakan penguatan tata kelola dan kolaborasi antarlembaga penting untuk memastikan program di daerah sesuai kebutuhan masyarakat. Ia menilai rapat memberi banyak masukan teknis yang berguna untuk implementasi di Sabang.
"Melalui pertemuan ini, kita mendapatkan banyak masukan dan penguatan terkait tata kelola serta kolaborasi antarlembaga. Hal ini tentu menjadi bahan bagi kami di daerah, untuk terus memperkuat program dan sinergi sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kota Sabang," ujar Nuri.
Ia menambahkan perlunya keterlibatan pemerintah daerah dan perangkat terkait agar program saling mendukung dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
"Kita ingin setiap program tidak hanya berjalan sebagai kegiatan, tetapi benar-benar terintegrasi, terukur dan memberikan dampak bagi keluarga serta masyarakat. Karena itu, kolaborasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait menjadi sangat penting," tambah Nuri.
Tindak lanjut dan indikator pemantauan
Pertemuan menghasilkan rencana tindak lanjut yang mencakup penanggung jawab, indikator kegiatan, serta mekanisme pemantauan dan evaluasi. Rencana ini dirancang untuk memudahkan pelaporan dan mengukur capaian program di tingkat kabupaten/kota.
Ke depan, daerah diminta menyesuaikan rencana tersebut dengan kondisi lokal. Penguatan kapasitas dan koordinasi lintas sektor akan menjadi kunci agar program pemberdayaan memberikan hasil yang terukur.
Dengan langkah ini, diharapkan sinergi antara TP PKK, Dekranasda, dan TP Posyandu dapat meningkatkan efektivitas program pemberdayaan keluarga dan masyarakat di daerah, termasuk di Kota Sabang.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Audit Ungkap Selisih Dana KPUM Medan Rp2,25 Miliar
Audit independen menemukan selisih dana dan kenaikan utang di KPUM Medan; anggota minta penjelasan pengurus...
Wabup Monev Program Disparbudpora Taput, Siapkan OWS Muara-Sibandang
Wabup Tapanuli Utara pimpin monev Disparbudpora di Tarutung, fokus optimalkan SDM, adaptasi AI, dan persiapk...
IRT Ditangkap di Medan, Ditemukan 0,86 Gram Sabu Siap Edar
Polrestabes Medan menangkap IRT EV (43) di Medan Sunggal dan menyita dua paket sabu seberat 0,86 gram siap e...
Polres Binjai Tangkap 4 Tersangka Curat Sepeda Motor
Polres Binjai menahan empat tersangka curat sepeda motor pada 20–21 Sept 2026; barang bukti diamankan dan ka...
Baznas Salurkan Rp490,48 Juta untuk Warga Langkat (Triwulan III 2026)
Baznas Langkat menyalurkan Rp490,48 juta untuk program kesehatan, pendidikan, ekonomi, dakwah, dan kemanusia...
Silaturahmi Pimpinan Baznas Sumut di Asahan Perkuat Kolaborasi Zakat
Wabup Asahan buka silaturahmi pimpinan Baznas Sumut di Kisaran untuk memperkuat koordinasi dan berbagi prakt...