Transaksi Misi Dagang Jatim-Sumut Tembus Rp2,58 Triliun
Medan, 29 September — Transaksi dalam Misi Dagang dan Investasi antara Jawa Timur (Jatim) dan Sumatera Utara (Sumut) mencapai Rp2,58 triliun, angka yang masih bersifat sementara karena proses penutupan resmi belum rampung dan transaksi masih berlangsung.
Nilai transaksi dan sektor unggulan
Gubernur Jawa Timur menyampaikan capaian tersebut saat kegiatan di Hotel Grand Mercure Medan Angkasa. Angka ini merupakan akumulasi dari sisi penjualan dan pembelian antar pelaku usaha kedua provinsi.
"Total transaksinya Rp2,58 triliun," ujar Gubernur.
Lebih dari separuh nilai transaksi, atau sekitar Rp1,5 triliun, berasal dari sektor perunggasan dan hilirnya, termasuk daging ayam dan telur. Lonjakan permintaan pada produk-produk ini menjadi sorotan tim misi.
Penyebab lonjakan permintaan
Tim misi mendapati perubahan pola pasokan. Pemilik usaha yang sebelumnya membeli dari provinsi lain kini memilih produk asal Jatim. Peralihan sumber ini memicu kenaikan volume transaksi secara tiba-tiba.
"Dua-dua, jual dan beli," tambah Gubernur untuk menegaskan komposisi transaksi.
Gubernur menekankan pentingnya mengikuti dinamika pasar agar peluang ekonomi dapat dimaksimalkan oleh pelaku usaha lokal.
Potensi komoditas Sumut dan peluang ekspor
Selain melihat potensi Jatim, Gubernur juga menyoroti komoditas unggulan Sumut, seperti arang kayu dan arang batok kelapa. Permintaan global untuk produk tersebut dinilai masih besar, dan ada celah pasokan yang bisa diisi bersama.
Gubernur menyebut keluhan dari delegasi misi dagang di Jeddah tentang keterbatasan pasokan arang sebagai sinyal pasar terbuka. Ia mendorong strategi branding bersama agar pasokan dapat dipersiapkan dalam volume besar.
"Saya rasa kita harus saling membangun mutual symbiosis sehingga yang satu punya peluang, yang lain bisa memanfaatkan," ujarnya.
Strategi, proses dan tindak lanjut
Gubernur menjelaskan bahwa pencapaian bukan hasil instan. Seleksi peserta misi melalui kurasi minimal tiga tahap, diikuti business matching rata-rata sampai 10 kali, lalu pertemuan one-on-one untuk menyempurnakan transaksi.
Proses transaksi juga diikuti melalui meja layanan di dinas perindustrian dan perdagangan provinsi masing-masing agar tindak lanjut dan penutupan administrasi berjalan lancar.
Prospek kerja sama
Gubernur menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak di Sumut dan berharap ada kunjungan balasan ke Jatim dalam waktu dekat. Ia melihat banyak produk Sumut berpotensi menembus pasar global jika dikelola dengan sinergi antarpelaku usaha.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Pengedar Sabu Ditangkap di Jalan Sakti Lubis, 7 Paket Disita
Sat Narkoba Polrestabes Medan menangkap JS (30) di Jalan Sakti Lubis, menyita tujuh paket sabu; tersangka re...
Bupati Asahan Buka LK II HMI Nasional di Kisaran
Bupati Asahan buka LK II HMI Nasional di Kisaran (28/9), mendorong kader tingkatkan kepemimpinan, wawasan, d...
Swiss-Belinn Gajah Mada Gelar CSR di Panti Asuhan Rayakan HUT ke-39
Swiss-Belinn Gajah Mada salurkan sembako ke Yayasan Panti Asuhan Kasih Murni Teladan Medan, 23 Sept 2026, da...
Polres Binjai Gelar Pelatihan Bahasa Isyarat untuk Personel Pelayanan
Kapolres Binjai membuka Pelatihan Bahasa Isyarat pada 29 September 2026 untuk tingkatkan layanan publik inkl...
HM Husni Sosialisasikan Pentingnya UUD 1945 di Medan
Kapoksi MPR HM Husni mensosialisasikan UUD 1945 sebagai landasan konstitusi pada sosialisasi Empat Pilar di...
Terdakwa Suap Proyek Internet Diskominfo Tebingtinggi Dituntut 2 Tahun
Dua terdakwa kasus suap proyek internet Diskominfo Tebingtinggi senilai Rp25 juta dituntut; Nur Erdian dua t...