Aki Sepeda Motor Cepat Tekor? Kebiasaan Sehari-hari yang Perlu Dihindari
Pengendara sepeda motor perlu waspada terhadap kebiasaan sederhana yang dapat membuat aki cepat tekor. Menurut Jamroni, Training Facilitator PT Daya Adicipta Motora (DAM), kebiasaan seperti meninggalkan kontak pada posisi ON atau membiarkan aksesori listrik menyala saat mesin mati kerap menguras daya aki. Pemeriksaan berkala dan perubahan kebiasaan menjadi kunci menjaga performa sistem kelistrikan.
Kebiasaan yang Membuat Aki Cepat Tekor
Beberapa kebiasaan umum yang perlu dihindari di antaranya:
- Membiarkan kontak dalam posisi ON saat mesin tidak dinyalakan. Kondisi ini membuat komponen kelistrikan tetap mengonsumsi daya.
- Meninggalkan lampu atau aksesori menyala setelah mematikan mesin. Hal ini langsung menguras kapasitas aki.
- Jarang menggunakan motor atau hanya untuk perjalanan sangat singkat. Saat pengisian selama berkendara tidak mencukupi, aki tidak kembali penuh.
- Memasang aksesori tambahan di luar spesifikasi pabrikan. Aksesori yang tidak sesuai menambah beban sistem kelistrikan.
Tanda Aki Bermasalah dan Peran Indikator
Perhatikan tanda-tanda awal agar masalah tidak memburuk. Salah satunya adalah starter elektrik terasa berat atau kesulitan menyalakan mesin. Beberapa model sepeda motor modern juga dilengkapi indikator aki yang membantu pengendara memantau kondisi kelistrikan.
“Pengendara sebaiknya membiasakan diri mematikan kontak setelah selesai menggunakan sepeda motor. Pada sepeda motor matik, misalnya, terkadang pengendara lupa mematikan kontak setelah berhenti dan menurunkan standar samping. Kebiasaan ini perlu dihindari karena pada tipe kendaraan tertentu, sistem kelistrikan masih dapat mengkonsumsi daya,” kata Jamroni.
“Selain itu, pastikan tidak ada perangkat kelistrikan yang tertinggal dalam kondisi aktif menggunakan aksesori sesuai rekomendasi pabrikan. Jika starter elektrik mulai terasa berat atau muncul tanda gangguan kelistrikan, segera lakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya. Beberapa model sepeda motor Honda juga telah dilengkapi indikator aki yang membantu memberikan informasi terkait kondisi sistem kelistrikan,” sambungnya.
Saran Perawatan dan Tindakan Preventif
Perawatan aki harus disesuaikan dengan jenis dan teknologi sepeda motor. Lakukan pemeriksaan berkala di bengkel resmi, seperti AHASS, untuk memastikan sistem pengisian berfungsi baik. Jangan lupa menggunakan aksesori sesuai rekomendasi pabrikan agar beban kelistrikan tetap stabil.
Jika menemukan tanda gangguan, segera periksa aki dan sistem pengisian. Tindakan cepat dapat mencegah kerusakan lebih luas dan menghindari mogok di jalan.
Dengan mengubah kebiasaan sehari-hari dan melakukan pengecekan rutin, pengendara dapat memperpanjang umur aki serta menjaga kenyamanan berkendara. Selalu #Cari_Aman setiap kali berkendara.
Reporter otomotif yang membahas kendaraan terbaru, teknologi otomotif, dan industri transportasi.
Berita Terkait
Yadea Tantang GT80 Tembus 180+ km Sekali Isi Baterai
Yadea menargetkan GT80 menempuh lebih dari 180 km sekali isi baterai, menindaklanjuti uji 150+ km pada OSTA...
GIIAS Makassar 2026: 14 Merek Siap Tampil 28 Okt–1 Nov
GIIAS Makassar 2026 digelar 28 Okt–1 Nov di Summarecon Mutiara Makassar; 14 merek kendaraan penumpang dan se...
ALVA ONE & CERVO Raih Disway Awards 2026, Bukti Kepercayaan Publik
ALVA ONE dan ALVA CERVO memenangkan Disway Awards 2026 berkat kepercayaan publik lebih dari 80% dari survei...
Aldi Satya Mahendra Bangkit di Jerez, Kenang Gelar World Supersport 300
Aldi Satya Mahendra menuju seri pamungkas World Supersport 2026 di Jerez dengan motivasi kuat usai tanpa poi...
Toyota Indonesia Raih Primaniyarta 2026, Ekspor Hybrid Tumbuh 64 Persen
TMMIN meraih Primaniyarta 2026 kategori Eksportir Pemanfaat FTA; ekspor Toyota mencapai 223.696 unit Jan–Sep...
Ramadhipa Siap Kejar Podium di Moto3 Junior Misano 2026
M. Kiandra Ramadhipa turun di putaran Misano (16–18 Okt 2026) dan bertekad rebut podium untuk memperbaiki po...