Menhut: Polisi & Kejaksaan Siap Tindak Tegas Pembakar Lahan
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memperingatkan masyarakat dan pelaku usaha agar menghentikan praktik pembakaran lahan. Pernyataan ini disampaikan di Kementerian Kehutanan, Jakarta, Kamis, 18 Juni 2026, seiring meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat penguatan El Nino. Ia menegaskan bahwa polisi dan kejaksaan akan bertindak tegas terhadap pelanggaran tersebut.
Peringatan dan ancaman penegakan hukum
Raja Juli menyoroti kebiasaan membuka lahan dengan cara membakar yang menimbulkan risiko besar. Ia menegaskan pemerintah tidak akan mentoleransi upaya land clearing berbasis pembakaran.
"Kepada seluruh stakeholder, termasuk masyarakat dan swasta yang terbiasa menggunakan cara-cara murah dan singkat. Yakni untuk melakukan land clearing misalnya dengan membakar hutan,"
Menurutnya, aparat penegak hukum akan mengambil tindakan keras untuk mencegah dan menindak pelaku pembakaran.
Data kebakaran dan proyeksi BMKG
Berdasarkan data Kementerian Kehutanan, luas lahan terbakar hingga Mei 2026 mencapai 81.000 hektare. Angka itu dinilai tinggi dibandingkan tahun sebelumnya dan berpotensi meningkat.
Sementara itu, BMKG memperbarui proyeksi El Nino yang kini diperkirakan memasuki fase kuat mulai Juli mendatang. Perubahan tersebut mempercepat ancaman musim kering dan kebakaran.
"Ini angka yang tinggi dibandingkan dengan tahun lalu. Ancamannya akan semakin besar ketika nanti pada bulan Juli sampai bulan Oktober,"
Langkah antisipasi pemerintah
Pemerintah menyiapkan serangkaian langkah untuk meredam risiko karhutla. Antara lain penerapan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), pembangunan sekat kanal, serta penguatan operasi lapangan.
Operasi itu melibatkan pemerintah daerah, TNI-Polri, masyarakat, dan media demi respons cepat saat kebakaran mulai muncul.
Kesiapan aparat dan seruan koordinasi
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago meminta prioritas pada upaya pencegahan. Ia menekankan pentingnya kombinasi operasi darat dan udara untuk mengantisipasi kondisi cuaca yang berubah.
"Berdasarkan perhitungan dan perkiraan BMKG, El Nino mulai berjalan sejak minggu ketiga bulan ini. Ini memerlukan kesiapan yang lebih kuat dan kerja keras bersama untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan,"
Raja Juli optimistis ancaman bisa ditekan jika semua pemangku kepentingan menjalankan peran masing-masing. Pemerintah mengingatkan bahwa pencegahan dini dan penegakan hukum akan menjadi kunci menahan laju karhutla ke depan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Mendag: Penilaian 'Excess Capacity' Harus Berdasarkan Bukti
Mendag Budi Santoso minta penilaian 'excess capacity' dibuat berbasis bukti sektoral, dibahas dalam G20 TMM...
Pakar: Gugatan Syarat Pendidikan Wapres Seharusnya Ditolak MK
Pakar hukum menilai gugatan soal syarat pendidikan Wapres Gibran seharusnya tak dapat diterima MK karena sub...
Olivia Zalianty Harap Lagu Pancasila Perkuat Nilai Kebangsaan
Olivia Zalianty merilis lagu "Pancasila" untuk membantu masyarakat meresapi nilai negara melalui musik yang...
Kekeringan Meteorologis vs Hidrologis: Apa Bedanya?
BMKG jelaskan perbedaan kekeringan meteorologis dan hidrologis; 25 wilayah Jatim minta bantuan air hingga aw...
Kemenperin Siapkan SDM Kelola Pusat Logistik Industri Bambu
Kemenperin menyiapkan SDM lewat AKB 2026 untuk mengelola Pusat Logistik Industri Bambu, memperkuat rantai pa...
HUT ke-81 TNI: Pengendara Diminta Hindari Kawasan Cilangkap
Pengendara diimbau menghindari kawasan Mabes TNI Cilangkap pada Senin 5 Okt 2026 mulai pukul 06.00 WIB karen...