Politik

Megawati Titip Empat Nilai untuk Anak Muda di Pameran TIM

Bagikan:
Megawati menulis pesan di dinding pameran sejarah Taman Ismail Marzuki

JAKARTA — Presiden kelima RI, Megawati Soekarnoputri, menitipkan pesan mendalam bagi generasi muda saat mengunjungi pameran sejarah "Meretas Jalan Demokrasi" di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Selasa (21/7/2026).

Pameran dan momen penulisan pesan

Megawati datang didampingi putranya, M. Prananda Prabowo, yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan. Mereka menyaksikan tayangan video lebih dari 30 menit tentang peristiwa penyerangan kantor DPP PDI pada 27 Juli 1996.

Dalam rombongan hadir juga jajaran pengurus DPP PDI Perjuangan, pemikir kebhinekaan Sukidi, dan seniman Butet Kartaredjasa. Megawati terlihat serius memperhatikan tiap cuplikan dan terharu melihat adegan kekerasan terhadap pendukungnya pada peristiwa Kudatuli.

Setelah menonton, Megawati menuliskan pesan panjang di sebuah dinding hitam di ruang pameran. Ia meminta dingklek atau tangga pendek agar bisa menulis di bagian atas dinding. Saat menulis, Prananda memegangi punggung sang ibu dari belakang sampai tulisan selesai.

Isi pesan untuk anak muda dan warga negara

Pesan yang ditulis Megawati ditujukan khusus kepada anak muda Indonesia dan warga negara. Dalam coretannya, ia menekankan empat nilai yang harus dipelihara generasi muda demi masa depan bangsa.

“Anak Muda Indonesia, INGAT!! Keyakinan, Keteguhan, Keberanian, Kesabaran HARUS selalu ada dalam sanubarimu. 4 INI jadi 1 yang disebut: KEBENARAN PASTI MENANG (Satyam Eva Jayate)”.

Selain itu, Megawati menegaskan hak warga negara di hadapan hukum.

“Untuk WARGA NEGARA INDONESIA: Warganegara mempunyai HAK yang sama dimata HUKUM!!!”

Di bawah pesannya ia menandatangani dengan nama dan mencantumkan tanggal: Megawati Soekarnoputri – Presiden ke V RI. Selasa, 27/7/2026.

Suasana dan reaksi

Selama Megawati menulis, Prananda, Hasto, dan pengurus partai menunggu dengan sabar. Setelah selesai, Megawati dan Prananda berpose di depan latar pesan tersebut untuk foto dokumentasi.

Saat memberi keterangan pers, Megawati menjelaskan ia menulis pesan dengan mencantumkan gelar Presiden kelima, bukan sebagai Ketua Umum partai. Ia meminta generasi muda tak pasif dan menjaga harga diri kebangsaan.

“Karena yang mestinya nanti membawa sejarah bangsa ini ya kalian ini loh, nih muda-muda ini! Tolong jangan melongo! Mikir! Dan masukkan ke dalam hati sanubari bahwa saya adalah orang Indonesia dan saya punya harga diri untuk menjadi Indonesia.”

Makna dan implikasi

Pesan Megawati menyorot peran generasi muda dalam meneruskan sejarah dan menjaga prinsip-prinsip dasar negara. Penekanan pada keyakinan, keteguhan, keberanian, dan kesabaran dimaksudkan sebagai pedoman moral untuk menghadapi tantangan demokrasi masa depan.

Pameran dan pesan tersebut kembali membuka kenangan peristiwa Kudatuli dan mengingatkan perlunya upaya menjaga hak asasi serta keadilan hukum bagi seluruh warga negara.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait