Polsek Medan Tembung Tangkap Dua Diduga Wartawan Pelaku Pemerasan
Medan — Polsek Medan Tembung mengamankan dua pria yang diduga melakukan pemerasan di sebuah warung kopi di Jalan Letda Sudjono, Kecamatan Medan Tembung, baru-baru ini. Penangkapan dilakukan setelah adanya informasi dari masyarakat, kata Kapolsek Kompol Ras Maju Tarigan.
Penangkapan dan barang bukti
Tim Opsnal Polsek Medan Tembung bergerak setelah menerima laporan warga. Dari penangkapan polisi menyita sejumlah barang bukti yang diduga terkait tindak pidana tersebut.
Barang bukti yang diamankan antara lain dua unit telepon seluler, uang tunai sebesar Rp4 juta, dan kartu identitas pers.
Identitas terduga
Polisi menyebut kedua terduga pelaku berinisial I dan JB. Keterangan resmi mencatat rincian sebagai berikut:
- I, usia 55 tahun, berdomisili di Pasar X Marelan.
- JB, usia 60 tahun, berdomisili di Kecamatan Medan Sunggal.
Keduanya dilaporkan berprofesi sebagai wartawan media online. Polisi masih melanjutkan pemeriksaan untuk menetapkan status hukum para terduga.
Tanggapan Dewan Pers
Dewan Pers mengecam aksi yang diduga dilakukan oleh oknum wartawan tersebut. Menurut Dewan Pers, praktik pemerasan jelas bertentangan dengan tugas jurnalistik dan ketentuan yang berlaku.
"Ini jelas dalam aturan, pemerasan bukan pekerjaan wartawan. Berdasarkan Undang-Undang Pers, wartawan itu mencari dan menyiarkan berita secara benar, berimbang dan valid," ujar Ahli Pers Dewan Pers, Nurhalim Tanjung, Rabu (22/7).
"Dalam kode etik jurnalistik (KEJ) sudah diatur, kita harus menyajikan berita yang berimbang. Wartawan itu dari niatnya aja tidak boleh beritikad buruk. Kita harus netral dan objektif," tambahnya.
Dewan Pers juga menegaskan bahwa praktik pemerasan adalah tindakan kriminal dan tidak dibenarkan dalam profesi jurnalistik. Lembaga itu mendukung langkah kepolisian dalam menindak pelanggaran pidana agar memberi efek jera.
Implikasi dan langkah selanjutnya
Kasus ini menyoroti pentingnya kepatuhan wartawan terhadap kode etik jurnalistik serta pemisahan peran antara pers dan organisasi lain. Polisi melanjutkan penyelidikan untuk mengumpulkan bukti tambahan dan menentukan langkah penanganan hukum bagi tersangka.
Dewan Pers mengimbau seluruh praktisi media untuk menaati KEJ dan menjauhi tindakan pidana agar kepercayaan publik terhadap pers tetap terjaga.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kapolres Paluta Dipuji Usai Jaga Keamanan Tanpa Menahan Warga
Sahmar Hasibuan memuji Kapolres Paluta yang menjaga keamanan sengketa lahan PT Agrinas Palma tanpa menahan w...
Pemprov Sumut Rampungkan PA untuk Usulan Megalitik Nias Selatan ke UNESCO
Pemprov Sumut menyelesaikan dokumen PA untuk mengusulkan kawasan megalitik Nias Selatan ke UNESCO; dokumen d...
Pemkab Tapanuli Utara Salurkan Rp137,5 Juta Bantuan Sosial Tunai
Pemkab Tapanuli Utara menyalurkan bantuan sosial tunai Rp137,5 juta untuk pengobatan dan perbaikan rumah kor...
Polrestabes Medan Tangkap Empat Pelaku Begal Bersenjata
Polrestabes Medan menangkap empat pelaku komplotan begal bersenjata di Percut Seituan; korban TSF kehilangan...
Menko Yusril Tinjau Showroom Dekranasda Aceh Besar
Menko Yusril dan istri mengunjungi Showroom Dekranasda Aceh Besar pada 5 November untuk meninjau dan mengapr...
Aceh Besar Gelar Retret Keuchik untuk Perkuat Pemerintahan Gampong
Aceh Besar menggelar retret 8-11 Nov di Jantho bagi 234 keuchik untuk menyelaraskan kebijakan dan memperkuat...