Berita Medan: Polrestabes Tangkap Pemasok Narkoba, BBM Langka, MPLS Serentak
Medan — Polrestabes Medan menangkap seorang residivis pemasok narkoba di Kecamatan Medan Maimun beberapa waktu lalu dan menyita 328 gram sabu. Peristiwa ini bersamaan dengan antrean panjang akibat kelangkaan Pertalite dan Solar di sejumlah SPBU pada Senin (13/7). Sementara itu, pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di Sumatera Utara berlangsung serentak di ratusan sekolah dengan penekanan pada kegiatan edukatif.
Polrestabes tangkap pemasok narkoba di Medan Maimun
Polisi menangkap tersangka berinisial DPI (44), warga Jalan Brigjen Katamso, Gang Perwira, Kecamatan Medan Maimun. Penangkapan dilakukan saat tersangka berada di Gang Bidan dalam operasi beberapa waktu lalu.
Dari tangan DPI disita barang bukti berupa sabu seberat 328 gram. Kasus ini menambah daftar penindakan terhadap jaringan peredaran narkoba di wilayah kota. Penyidik masih mengembangkan penyelidikan untuk menelusuri jaringan pemasok dan penerima barang.
Antrean panjang di SPBU akibat BBM langka
Kelangkaan BBM jenis Pertalite dan Solar memicu antrean panjang kendaraan di beberapa SPBU di Kota Medan pada Senin (13/7). Pantauan di SPBU Jalan Sisingamangaraja memperlihatkan kendaraan mengular hampir menutup badan jalan.
Antrean itu menyebabkan kemacetan dan potensi gangguan lalu lintas di kawasan padat. Pengguna jalan diimbau untuk waspada dan mempertimbangkan rute alternatif hingga pasokan BBM kembali normal.
MPLS 2026/2027 di Sumut berjalan serentak
Pelaksanaan hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di Sumatera Utara berjalan sesuai ketentuan yang ditetapkan. Sebanyak 749 sekolah dan 130.613 siswa SMA, SMK, dan SLB negeri mengikuti kegiatan secara serentak.
Pemerintah daerah menekankan agar seluruh kegiatan bersifat edukatif dan memberi pengalaman positif bagi peserta didik baru. Penyelenggara diarahkan menjaga suasana pembelajaran yang aman tanpa praktik komersial yang memberatkan orang tua siswa.
Ketiga peristiwa ini menyorot kebutuhan koordinasi antarlembaga: aparat penegak hukum terus mengejar jaringan peredaran narkoba, pihak terkait diminta menangani fluktuasi pasokan BBM, dan penyelenggara pendidikan diingatkan menjaga kualitas pelaksanaan MPLS untuk kepentingan peserta didik.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kasatpol PP Aceh Besar Beri Semangat Siswa SDN Leupung 26
Kasatpol PP Aceh Besar memberi motivasi pada 54 siswa baru SDN Leupung 26 saat hari pertama tahun ajaran 202...
Wabup Aceh Besar Monev MPLS di SDN Blang Bintang
Wabup Aceh Besar memantau pelaksanaan MPLS di SDN Blang Bintang pada 13 Juli untuk memastikan kegiatan berja...
TK Ruman Aceh Gelar MPLS, 33 dari 46 Murid Dibiayai Donatur
TK RUMAN Aceh mulai MPLS 2026/2027 di Banda Aceh; 46 murid diterima, 33 bersekolah gratis karena dukungan do...
Sejumlah Korporasi Minat Hilirisasi Migas di KEK Arun Lhokseumawe
Sejumlah korporasi, termasuk BUMN dan investor asing, melirik hilirisasi migas di KEK Arun Lhokseumawe meski...
Pansus DPRK Tuding Perusahaan Lanjutkan Eksplorasi di Meukek Meski Sepakat Henti
Pansus DPRK Aceh Selatan menuding PT Kinston Abadi Energy tetap eksplorasi bijih besi di Meukek meski sudah...
480 Mahasiswa UMN Al-Washliyah Dilepas untuk KKN di 48 Desa Sergai
480 mahasiswa UMN Al-Washliyah dilepas Bupati Sergai untuk KKN di 48 desa, berlangsung 13 Juli–2 Agustus 202...