Zulhas Targetkan Masalah MBG Tuntas Sebelum 20 Oktober 2026
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menargetkan persoalan pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selesai sebelum 20 Oktober 2026, bertepatan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan itu disampaikan saat rapat koordinasi perbaikan tata kelola MBG di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026.
Target akhir dan tenggat waktu
Zulkifli menyatakan optimisme bahwa isu-isu terkait Badan Gizi Nasional (BGN) bisa diselesaikan dalam rentang waktu tersebut. Ia berharap perbaikan akan rampung sebelum peringatan dua tahun pemerintahan.
Mudah-mudahan 20 Oktober, ya. Dua tahun pemerintahan Pak Prabowo, isu-isu mengenai BGN ini bisa kita handle dengan baik, bisa kita selesaikan dengan baik.
Percepatan pembenahan oleh BGN
Menurut Zulkifli, pembenahan tata kelola MBG menjadi prioritas yang dipercepat oleh BGN di bawah kepemimpinan Sudaryono. Ia optimistis manajemen baru mampu menyelesaikan sebagian besar persoalan operasional dalam beberapa minggu ke depan.
Ia menilai jajaran manajemen baru BGN bersikap terbuka menerima masukan dan aktif dalam diskusi internal.
Ini hebat, yang muda-muda ini mau mendengar, mau diajak diskusi, diajak rapat juga mau.
Fokus keselamatan pangan dan disiplin dapur
Zulkifli menyebut salah satu langkah yang sudah dilakukan adalah memperketat kedisiplinan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ia menegaskan keselamatan makanan menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan MBG.
Keselamatan anak-anak Indonesia yang nomor satu. Harus nomor satu.
Pengawasan yang lebih ketat diharapkan mampu mencegah kesalahan pengelolaan makanan yang berpotensi menimbulkan keracunan. Zulkifli memperingatkan kejadian keracunan akibat pelaksanaan MBG tidak boleh terulang.
Jangan sampai ada lagi salah dalam pengelolaan masak-memasak di BGN ini sehingga berdampak ada yang keracunan. Ya bukan satu-dua, keracunan ini soal anak Indonesia yang enggak boleh terjadi.
Tindak lanjut dan evaluasi
Zulkifli memberi waktu kurang lebih dua bulan bagi manajemen baru BGN untuk menangani sebagian besar masalah operasional. Selanjutnya, pembahasan akan dilanjutkan melalui koordinasi antarinstansi terkait untuk memastikan standar keamanan dan kualitas makanan terpenuhi.
Dengan penekanan pada disiplin operasional dan pengawasan ketat, pemerintah menargetkan perbaikan tata kelola MBG selesai dalam tenggat yang ditetapkan, sekaligus memastikan keselamatan peserta program tetap menjadi prioritas utama.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Mentan Targetkan Perluas Ekspor Beras ke Sejumlah Negara 2026
Mentan Andi Amran targetkan perluasan ekspor beras 2026 ke Timor Leste, Filipina, Papua Nugini, Malaysia, di...
Wamenkes: Penanganan Korban Gempa NTT Dilakukan Secara Holistik
Wamenkes Dante mengatakan penanganan korban gempa NTT dilakukan holistik: prioritas ortopedi, operasi, dan d...
Anggota KPI Pusat 2026-2029 Dikukuhkan, Menkomdigi Tekankan 3 Pilar
Sembilan anggota KPI Pusat 2026-2029 dikukuhkan Meutya Hafid dengan penekanan pada tiga pilar: kualitas, pen...
Polda Metro Jaya Perkirakan 500 Massa Akan Demo di DPR
Polda Metro Jaya memperkirakan sekitar 500 massa akan berdemonstrasi di DPR pada 27 Agustus 2026; pengamanan...
Airlangga Dorong Ritel Masuk Pedesaan untuk Gerakkan Ekonomi
Airlangga mendorong ritel masuk pedesaan lewat Koperasi Merah Putih untuk menggerakkan ekonomi berbasis pert...
Raja Antoni Minta Bandara Kalimarau Tetap Buka Saat Potensi Hujan
Menteri Kehutanan meminta Bandara Kalimarau tetap buka malam saat potensi awan hujan agar sortie pemadaman k...