MAN 3 Medan Perkuat Kolaborasi Orang Tua-Sekolah untuk 2026
Medan — Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Medan, Dr. Burhanuddin Harahap, menegaskan pembangunan pendidikan harus melibatkan sekolah, orang tua, dan lingkungan. Pernyataan itu disampaikan pada Selasa (4/8) menjelang pembukaan Tahun Ajaran Baru 2026-2027.
Proses tahun ajaran baru berjalan lancar
Burhanuddin mengatakan seluruh rangkaian penerimaan siswa baru hingga pengenalan lingkungan sekolah untuk tahun 2026-2027 berjalan tanpa kendala. Tahun ini ada 392 siswa baru yang diterima di madrasah tersebut.
"Sedangkan di MAN 3 Medan untuk Tahun Ajaran Baru tahun 2026-2027 semua proses berjalan lancar, sejak penerimaan siswa baru sampai kegiatan pengenalan lingkungan sekolah pada siswa baru,"
Kesepakatan biaya dan kelengkapan siswa
Pihak sekolah bersama orang tua dan komite menggelar rapat untuk menyepakati kebutuhan pembelajaran dan pembiayaan. Dalam rapat itu dibahas beberapa poin penting yang menjadi aturan awal tahun pelajaran.
- Uang komite: orang tua mampu membayar Rp120.000 per bulan, sedangkan siswa kurang mampu dibebaskan.
- Seragam: model ditentukan pihak sekolah; orang tua bebas membeli di luar atau melalui koperasi sekolah.
- Cicilan: pembelian seragam melalui koperasi dapat dicicil selama lima bulan.
- Buku: ada buku yang disediakan gratis dan ada yang wajib dibeli siswa.
"Ada kebebasan pada orang tua untuk membeli seragam siswa di luar. Sedangkan modelnya ditentukan di sini,"
Peran orang tua dan kebutuhan pendanaan
Burhanuddin menekankan pendidikan tidak bisa berjalan sendiri oleh sekolah. Dukungan orang tua dinilai vital untuk menutupi kebutuhan yang tidak tercakup dana pemerintah.
"Nah, itulah sebabnya saya katakan bahwa proses pendidikan itu tidak bisa berjalan sendiri. Hanya pihak sekolah, tapi juga pihak orang tua,"
Ia menjelaskan dana komite membantu membayar guru honorer, petugas kebersihan, dan pelatih ekstrakurikuler. Mengenai siswa kurang mampu, sekolah menyebutkan jumlah yang tidak membayar komite mencapai angka yang signifikan.
Harapan ke pemerintah
Selain peran orang tua, Burhanuddin berharap perhatian pemerintah terhadap kebutuhan siswa terus ditingkatkan. Ia meminta kebijakan yang lebih luas agar bantuan baju dan buku dapat menjangkau seluruh siswa.
"Perlu sekali pemerintah memberikan baju, buku untuk siswa seluruhnya secara gratis,"
Dengan kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan komite, MAN 3 Medan berharap layanan pendidikan lebih inklusif dan berkelanjutan pada tahun pelajaran baru.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
PWI Sumut Bentuk Panitia Konferensi November, Rifki Warisan Jadi Ketua OC
PWI Sumut bentuk panitia Konferensi November; Rifki Warisan ditunjuk Ketua OC dan Fakhrur Rozi Ketua SC, Ket...
Sofyan Tan Ajak Dukungan untuk Sensus Ekonomi 2026 di Medan
dr. Sofyan Tan minta dukungan publik untuk Sensus Ekonomi 2026 agar data usaha akurat dan jadi dasar kebijak...
Jembatan Garuda Putih Pulihkan Akses dan Ekonomi Warga Saweuk
Peresmian Jembatan Garuda Putih di Gampong Saweuk, Aceh Utara, mengembalikan akses dan mendorong kebangkitan...
Polisi Tembak Dua Perampok di Medan, Pemasok Narkoba dan Kasus Pembunuhan Terungkap
Polisi di Medan menembak dua perampok yang melawan saat ditangkap; pemasok narkoba di Helen's ditahan dan pe...
M. Akbar Dev Resmi Pimpin DPC PPP Serdang Bedagai 2026-2031
M. Akbar Dev resmi memimpin DPC PPP Serdang Bedagai setelah terbit SK DPP nomor 0591/SK/DPP/C/VII/2026 untuk...
Propam Polda Sumut Periksa 2 Personel Polres Batubara
Propam Polda Sumut periksa Aipda G dan AKP F atas saling laporan; AKP F tercatat empat kali langgar kode eti...