Mahasiswa Magister RPL UNPAB Keluhkan Molornya Jadwal Sidang
MEDAN — Sejumlah mahasiswa Program Magister Manajemen Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB) mengeluhkan penundaan sidang tesis yang berkepanjangan. Mereka menuduh keterlambatan itu disebabkan kelalaian seorang dosen yang mengoordinasikan administrasi akademik.
Keluhan mahasiswa dan dugaan kelalaian
Sekitar 11 dari 14 mahasiswa dalam satu kelas menyatakan menyerahkan pengurusan administrasi kepada oknum dosen karena dijanjikan seluruh proses akan dibantu sampai sidang dan wisuda. Mereka menilai janji itu tidak dipenuhi sehingga penyelesaian studi molor.
Ketua kelas, Fahrul Lubis, mengatakan semua mahasiswa telah melunasi biaya pendidikan. Mereka berharap dapat menyelesaikan kuliah tepat waktu sesuai komitmen awal.
"Kami percaya karena dari awal dijanjikan semua proses akan dibantu. Kami juga sudah melunasi seluruh biaya yang diminta. Harapan kami sederhana, bisa menyelesaikan kuliah sesuai waktu yang dijanjikan,"
Biaya, pilihan masa studi, dan janji kampus
Para peserta memilih masa studi satu tahun karena mayoritas berstatus aparatur sipil negara (ASN). Setiap mahasiswa membayar Rp35.150.000, yang menurut penjelasan kampus mencakup seluruh proses akademik hingga wisuda.
Setelah kuliah berakhir pada 2025, para mahasiswa menunggu jadwal sidang. Namun jadwal tersebut terus tertunda dengan berbagai alasan, termasuk akreditasi program studi dan kendala administrasi.
Kronologi penundaan dan dampak
Proses berjalan tidak seragam: dari 14 mahasiswa, satu sudah lebih dahulu menjalani sidang tanpa sepengetahuan kelompok. Enam mahasiswa diberitahu bisa mengikuti sidang awal Agustus 2026, sementara empat lainnya belum bisa dijadwalkan karena masalah administrasi.
Mahasiswa mempertanyakan mengapa kelengkapan berkas baru disampaikan sekarang setelah berbulan-bulan menunggu. Mereka khawatir peserta yang belum lengkap berkas akan dikenai biaya tambahan atau menunggu lebih lama.
Tuntutan dan harapan mahasiswa
Para mahasiswa meminta kampus mengevaluasi dugaan kelalaian oknum dosen yang menangani administrasi, menyelesaikan persoalan secara adil, dan memastikan hak semua peserta terpenuhi tanpa perlakuan berbeda.
"Kami tidak mencari persoalan. Kami hanya meminta hak kami sebagai mahasiswa dipenuhi sesuai komitmen yang disampaikan ketika program ini ditawarkan,"
Tanggapan universitas
Pihak universitas melalui Rektor III, Hasrul Azwar Hasibuan, menyatakan telah ada keputusan agar para mahasiswa disidangkan secara formal. Waktu pelaksanaan akan diberitahukan segera oleh pihak kampus.
"Ada keputusan untuk di sidangkan meja hijau, waktunya nanti akan diberitahukan segera,"
Kasus ini menyorot pentingnya transparansi administrasi akademik dan pengawasan terhadap koordinator program. Ke depan, penyelesaian cepat dan kepastian jadwal sidang menjadi harapan utama mahasiswa agar studi mereka tidak berlarut.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Turunkan Bunga PNM Mekar menjadi 8% Flat per Tahun
Pemerintah menargetkan suku bunga PNM Mekar diturunkan menjadi 8% flat per tahun, didukung subsidi Rp2,6 tri...
Golkar Labura Terima SK Kepengurusan 2025–2030, Fokus Konsolidasi
DPD Golkar Labuhanbatu Utara menerima SK kepengurusan 2025–2030 dan menargetkan konsolidasi serta regenerasi...
Razia di Rutan Banda Aceh, Senjata Tajam dan Benda Terlarang Ditemukan
Razia gabungan di Rutan Kelas IIB Banda Aceh menemukan senjata tajam dan barang terlarang, namun tidak menem...
Wali Kota: Sabang Potensial Jadi Gerbang Ekonomi dan Hub Maritim
Wali Kota Sabang hadir di seminar IKAL Aceh dan sebut Sabang berpotensi jadi hub maritim serta butuh kepasti...
Reses DPRK Subulussalam: Warga Keluhkan Lampu Jalan, Usulkan BLK Kecamatan
Warga Penanggalan keluhkan lampu jalan padam, usulkan BLK kecamatan, air bersih, dan penambahan kursi DPRK p...
Tuntutan 3 Tahun untuk Dua PSK Terkait Pemerasan ASN BPN di Medan
Dua PSK, Fajar dan Junia, dituntut tiga tahun penjara atas pemerasan terhadap ASN BPN Nias, Apriaman Lase, y...