Lokal

146 Siswa SD 2 Muhammadiyah Ikuti MABIT dan Simulasi BPBD

Bagikan:
Siswa SD 2 Muhammadiyah Langsa mengikuti MABIT dan simulasi evakuasi di Taman Hutan Kota Langsa

LANGSA — Sebanyak 146 siswa SD 2 Muhammadiyah Langsa mengikuti kegiatan MABIT bertajuk "MABIT Goes Wild: Pray, Play, and Stay Ready" pada Minggu (27/9) di Taman Hutan Kota Langsa. Kegiatan ini menggabungkan pembinaan keagamaan, praktik ibadah malam, dan edukasi mitigasi bencana untuk meningkatkan kesiapsiagaan sejak dini.

Kegiatan dan agenda

Kegiatan MABIT dimulai pada malam hari dengan pembinaan iman, pengajaran nilai-nilai keislaman, serta pelaksanaan salat tahajud bersama. Keesokan harinya, antara pukul 08.00-10.30 WIB, para siswa menerima sesi edukasi dan simulasi mitigasi bencana yang dipandu BPBD Kota Langsa.

Agenda kegiatan antara lain:

  • Pembinaan keagamaan malam hari dan tahajud bersama
  • Sesi edukasi mitigasi bencana oleh BPBD
  • Praktik evakuasi dan simulasi lapangan

Edukasi mitigasi oleh BPBD

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Langsa hadir untuk memberikan materi dan praktik langsung. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Hady Wijaya SSTP MSP, menyampaikan pengenalan potensi bahaya dan langkah-langkah evakuasi kepada siswa.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan MABIT ini. Anak-anak tidak hanya dibina iman dan taqwanya, tetapi juga dibekali ilmu kesiapsiagaan bencana,”

Dalam praktik, siswa diajak mengenali titik aman, rute evakuasi, dan cara berperilaku saat terjadi bencana. Latihan ini menekankan tindakan sederhana yang bisa menyelamatkan nyawa, khususnya menghadapi potensi banjir di wilayah Kota Langsa.

Respon sekolah dan manfaat

Kepala SD 2 Muhammadiyah Langsa, Dr Hamdani MA, menyatakan rasa syukur atas terlaksananya MABIT pertama pada tahun ajaran ini. Ia mencatat meningkatnya antusias siswa dari tahun ke tahun.

“Alhamdulillah, telah terlaksana MABIT pertama di tahun ajaran ini. Antusias peserta dari tahun ke tahun terus meningkat. Momen yang paling ditunggu adalah aksi bersama tim BPBD Kota Langsa,”

Dr Hamdani menambahkan bahwa MABIT bukan sekadar penguatan nilai keislaman, tetapi juga kesempatan bagi siswa mengikuti kegiatan luar ruang yang edukatif dan menyenangkan.

Dengan menggabungkan nilai spiritual dan keterampilan praktis, sekolah berharap kegiatan ini membentuk generasi yang beriman, tangguh, peduli, dan siap menghadapi situasi darurat di masa depan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait