LPDB Dorong Koperasi Produktif di Semarang
Direktur Utama LPDB Koperasi, Krisdianto, melakukan kunjungan kerja ke Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Sampangan dan KUD Usaha Mina di Kota Semarang, Jawa Tengah, baru-baru ini. Kunjungan bertujuan memperkuat ekosistem koperasi, memastikan pengembangan usaha produktif berjalan optimal, serta memperluas akses pembiayaan dan kemitraan.
Kunjungan dan capaian KKMP Sampangan
LPDB meninjau KKMP Sampangan yang resmi beroperasi sejak 16 Mei 2026. Dalam kurang dari sebulan, koperasi ini tumbuh cepat dengan jumlah anggota mencapai 250 orang dan omzet sekitar Rp60 juta per bulan. Pencapaian itu menunjukkan potensi program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai pusat aktivitas ekonomi lokal bila dikelola profesional.
"KKMP Sampangan menjadi contoh bagaimana koperasi dapat tumbuh cepat ketika mendapatkan dukungan masyarakat dan membangun kemitraan usaha yang kuat. Ini sejalan dengan semangat pemerintah untuk menjadikan koperasi sebagai instrumen penggerak ekonomi rakyat,"
Kemitraan strategis untuk kebutuhan pokok
KKMP Sampangan telah membangun gedung representatif dan menjalin kemitraan untuk memperkuat usaha. Salah satu mitra utama adalah ID FOOD untuk penyediaan kebutuhan pokok. Kerja sama ini membuka akses pasokan dan harga yang lebih stabil bagi anggota serta masyarakat sekitar.
Produk kebutuhan pokok yang dipasok antara lain:
- Minyak goreng
- Telur
- Beras
- Gula
- Kebutuhan rumah tangga lainnya
KKMP juga bermitra dengan Pertamina untuk distribusi tabung gas dan membuka saluran pemasaran bagi produk UMKM anggota. Kolaborasi ini menjadi contoh bagaimana koperasi menjembatani pelaku industri, pelaku usaha mikro, dan konsumen.
Unit usaha unggulan: KUD Usaha Mina
Agenda dilanjutkan ke KUD Usaha Mina untuk meninjau unit produksi es batu balok. Es balok ini berperan penting sebagai media pendingin untuk menjaga kualitas tangkapan nelayan sebelum dipasarkan. Keberadaan unit seperti ini mendukung rantai pasok perikanan di wilayah pesisir dan menambah nilai ekonomi bagi anggota.
"Kami melihat banyak potensi usaha produktif yang dapat terus dikembangkan oleh koperasi. Kehadiran LPDB Koperasi adalah untuk memastikan koperasi memiliki akses pembiayaan yang memadai sehingga mampu meningkatkan skala usaha, memperluas manfaat ekonomi bagi anggota, dan memperkuat daya saingnya,"
Komitmen LPDB dan langkah ke depan
Melalui kunjungan tersebut, LPDB menegaskan komitmen mendukung penguatan kelembagaan koperasi, pengembangan usaha produktif, dan perluasan kemitraan strategis. Dukungan berfokus pada pembiayaan, pendampingan, dan peningkatan kapasitas agar koperasi mampu menciptakan manfaat ekonomi nyata bagi anggota dan masyarakat.
Keberhasilan koperasi akan dinilai bukan hanya dari besaran omzet, tetapi dari kemampuannya meningkatkan kesejahteraan anggota dan memperkuat ekonomi lokal. LPDB berencana terus memprioritaskan koperasi yang memiliki potensi berkembang melalui program pembiayaan dan pendampingan berkelanjutan.
Berita Terkait
Diskon 30% Tiket Kereta: 755.305 Kursi Tersedia Mulai Besok
KAI membuka diskon 30% untuk 755.305 kursi kereta ekonomi mulai besok, dukungan DJKA Kemenhub untuk libur se...
Akhir Pekan: Rupiah Melemah ke Rp17.804 di Tengah Penguatan Dolar
Rupiah ditutup melemah 0,06% ke Rp17.804 per USD (19/6/2026) karena penguatan dolar, pembatalan penandatanga...
Bank Sentral Tiongkok Dukung Penerbitan Panda Bond Indonesia
PBOC menyatakan dukungan dan siap percepat perizinan untuk penerbitan Panda Bond Indonesia usai kunjungan Me...
Pemerintah Perkuat Transparansi Pasar Modal Tanggapi Laporan MSCI
Pemerintah janjikan perkuat transparansi dan integritas pasar modal setelah MSCI mencatat kelemahan arus inf...
Kopi Indonesia Raup Potensi Transaksi Rp66 Miliar di Thailand
Kopi Indonesia mencetak potensi transaksi Rp66 miliar di World of Coffee Bangkok 2026 dari komitmen 337 ton...
Biogas Perkuat Ketahanan Energi Indonesia dan Kurangi Pencemaran
Biogas dinilai mampu memperkuat ketahanan energi dan mengurangi pencemaran dengan memanfaatkan limbah organi...