LPDB Koperasi Gandeng 12 KJPP Perketat Tata Kelola Pembiayaan
LPDB Koperasi menandatangani kerja sama dengan 12 Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) untuk memperkuat tata kelola pembiayaan koperasi melalui penilaian aset yang independen dan profesional.
Perubahan mekanisme penilaian
Dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS), LPDB Koperasi mengubah mekanisme penunjukan penilai agunan. Sebelumnya calon mitra koperasi memilih penilai. Kini penunjukan KJPP dilakukan oleh LPDB Koperasi sehingga proses valuasi lebih kredibel dan terhindar dari potensi konflik kepentingan.
Hasil penilaian disampaikan langsung kepada LPDB Koperasi dan menjadi dasar analisis kelayakan pembiayaan. Selain PKS, semua pihak menandatangani Pakta Integritas sebagai komitmen bersama menerapkan Good Corporate Governance (GCG) dan menolak praktik suap maupun gratifikasi.
“Kepercayaan publik dibangun dari tata kelola yang kuat. Karena itu, setiap keputusan pembiayaan harus bertumpu pada analisis yang komprehensif, mitigasi risiko yang memadai, dan hasil penilaian aset yang benar-benar independen,” tegas Direktur Utama LPDB Koperasi, Krisdianto.
Seleksi dan kriteria KJPP rekanan
Direktur Pengembangan Usaha LPDB Koperasi, Afif Thosin Roy Akhmad, menyatakan kerja sama ini berangkat dari proses seleksi nasional yang terbuka bersama MAPPI dan IKJPP.
Proses seleksi meliputi beberapa tahapan utama:
- Koordinasi awal dengan MAPPI pada Februari 2026
- Penyusunan kriteria seleksi bersama pemangku kepentingan
- Administrasi, evaluasi kompetensi, dan presentasi penawaran
Dari 135 KJPP anggota IKJPP yang mengikuti seleksi, 12 KJPP ditetapkan sebagai mitra resmi. Seluruh KJPP terpilih memiliki legalitas dari Kementerian Keuangan, mayoritas terdaftar di OJK, serta jaringan kantor di berbagai provinsi untuk mendukung kebutuhan penilaian aset secara nasional.
“Langkah ini diharapkan meminimalkan potensi moral hazard serta menghindari ketidaksesuaian nilai taksasi aset sehingga kualitas pembiayaan menjadi semakin baik,” ujar Afif.
Komitmen integritas dan dampak bagi koperasi
Pakta Integritas menegaskan pelaksanaan penilaian secara profesional, menjaga kerahasiaan data, dan menolak segala bentuk pungli. Menurut Krisdianto, kebijakan ini untuk menjaga kualitas pembiayaan dan meningkatkan kepercayaan publik atas pengelolaan dana bergulir bersumber APBN.
“Penilaian yang independen merupakan fondasi lahirnya keputusan pembiayaan yang berkualitas, menjaga keberlanjutan dana bergulir, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap sistem pembiayaan koperasi,” tambah Krisdianto.
Ketua Umum MAPPI, Budi Prasodjo, menyambut baik kerja sama ini dan melihatnya sebagai langkah awal kolaborasi yang dapat berkembang ke studi kelayakan, monitoring proyek, dan pengawasan lain.
“Kami siap mendukung terciptanya sistem pembiayaan koperasi yang semakin profesional, kredibel, dan terpercaya,” kata Budi.
Dengan kemitraan ini, LPDB Koperasi berharap tata kelola pembiayaan menjadi lebih transparan, akuntabel, dan mampu memperluas akses pembiayaan sehat bagi koperasi di seluruh Indonesia.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...