Jurnalis Nyalakan Lilin di 22 Kota untuk Lima Rekan Hilang
Pewarta Foto Indonesia (PFI) dan puluhan jurnalis di 22 kota menyalakan lilin dan menggelar doa bersama, Jumat, 11 September 2026, sebagai solidaritas bagi lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Aksi berlangsung serentak, termasuk di Jakarta dekat Pos Pantau Polsek Menteng, Bundaran Hotel Indonesia.
Aksi solidaritas serentak
Aksi diprakarsai PFI dan diikuti wartawan dari televisi, radio, serta media daring. Di Jakarta, kegiatan dipimpin langsung oleh Ketua Umum PFI Pusat, Dwi Pambudo. Para peserta menyalakan lilin putih sebagai simbol harapan dan penghormatan bagi rekan yang hilang.
Suasana dan rangkaian kegiatan
Berdasarkan pantauan, suasana hening saat lilin dinyalakan. Seluruh peserta menundukkan kepala dan berdoa selama lima menit tanpa suara. Selain doa hening, acara juga diisi doa bersama yang dipimpin tokoh agama setempat.
- Lokasi utama: dekat Pos Pantau Polsek Menteng, Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta
- Pelaksanaan: serentak di 22 kota
- Pemimpin aksi: Dwi Pambudo (Ketua Umum PFI Pusat)
- Durasi: lima menit hening
Kota peserta dan organisasi pendukung
PFI menyebutkan aksi serupa digelar di sejumlah daerah, antara lain Depok, Tangerang, Makassar, Bali, dan Bogor. Kegiatan ini juga melibatkan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), menandakan dukungan lintas organisasi pers.
Harapan dan respons terhadap pencarian
Dwi Pambudo menyampaikan terima kasih kepada Basarnas dan tim gabungan yang terus melakukan pencarian. Ia berharap upaya pencarian segera membuahkan hasil dan semua yang hilang dapat kembali ke keluarga dengan selamat.
"Terima kasih kepada semua insan pers, masyarakat Indonesia, Pewarta Foto Indonesia Jakarta hari ini menggelar doa bersama. Tentu untuk mendoakan kepada lima jurnalis dan tiga awak kapal, semoga ditemukan dengan selamat, sehat, dan kembali bersama keluarga ke rumah,"
Upaya pencarian masih berlangsung, dan aksi solidaritas ini dimaksudkan untuk mempertahankan perhatian publik serta mendukung keluarga korban secara moral. Para peserta menegaskan komitmen mereka untuk terus memantau perkembangan pencarian sambil menjalankan fungsi jurnalistik secara profesional.
Situasi ini menggarisbawahi risiko yang dihadapi pewarta saat meliput bencana alam dan pentingnya koordinasi cepat antarinstansi dalam operasi pencarian dan penyelamatan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...