PFIJ Tunggu Hasil Pencarian 5 Jurnalis di Gunung Anak Krakatau
PFIJ menunggu informasi resmi terkait hasil pencarian lima jurnalis yang hilang di sekitar Gunung Anak Krakatau. Pernyataan itu disampaikan saat organisasi memantau operasi dari posko, Jumat malam, 11 September 2026, sambil menunggu pembaruan dari tim gabungan yang memperluas pencarian pada hari keempat.
PFIJ menunggu keterangan resmi
Ketua Umum PFIJ, Dwi Pambudo, mengatakan pihaknya belum menerima keterangan resmi dari lokasi pencarian. Dia menyebut anggota PFIJ berada di posko untuk mengikuti perkembangan operasi lapangan.
"Kami masih memantau dari posko, sementara teman-teman PFIJ juga berada di sana untuk mengikuti perkembangan pencarian hari ini. Belum ada keterangan resmi karena skala tim gabungan lebih besar, sehingga kami menunggu informasi langsung dari lokasi pencarian,"
Pernyataan itu disampaikan Dwi saat ditemui di Pos Polisi Bundaran HI, Jakarta Pusat. PFIJ memilih menunggu informasi resmi agar data yang disebarkan akurat dan tidak menimbulkan kebingungan publik.
Dukungan moral dan pelajaran kebencanaan
Dwi menekankan pentingnya solidaritas insan pers dan dukungan moral untuk keluarga korban. Menurutnya, dukungan berupa doa dan empati menjadi prioritas di tengah proses pencarian yang masih berlangsung.
"Kami membutuhkan doa dan dukungan moral, agar nilai kemanusiaan tetap dikedepankan tanpa membahas hal-hal yang tidak penting. Apapun profesi dan jabatan seseorang, nilai kemanusiaan harus menjadi perhatian utama dalam situasi seperti ini bersama-sama,"
Selain dukungan, PFIJ berharap peristiwa ini menjadi momentum untuk memperkuat edukasi kebencanaan dan kesiapsiagaan jurnalis saat bertugas di lapangan. Penguatan mitigasi diharapkan meningkatkan keselamatan pekerja media dan masyarakat.
Operasi pencarian oleh Basarnas
Basarnas menggelar operasi pencarian yang melibatkan berbagai unsur dan mengacu pada pedoman IAMSAR Guidelines. Operasi dijadwalkan berlangsung selama 7 hari, yaitu dari Selasa, 8 September 2026 hingga Senin, 14 September 2026.
Kepala Basarnas, Syafii, menyatakan evaluasi akan digelar pada hari ketujuh untuk menentukan kelanjutan operasi berdasarkan kondisi lapangan dan temuan tim.
"Kalau mengacu kepada IAMSAR Guidelines, bahwa operasi ini akan dilaksanakan berturut-turut selama 7 hari. Dan nanti pada saat hari ketujuh, kita akan laksanakan rapat evaluasi yang melibatkan semuanya,"
Hingga pernyataan terakhir, tim gabungan masih memperluas area pencarian dan PFIJ terus memantau pembaruan dari posko. Ke depan, evaluasi hasil operasi akan menjadi dasar keputusan apakah pencarian dilanjutkan atau dihentikan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...