Ledakan di Kompleks Grand Polonia Medan Diduga Kebocoran Gas Tanam
Medan, 20 Juli — Sebuah ledakan mengguncang Kompleks Grand Polonia, Jalan Mustang, Kecamatan Medan Polonia, Senin petang. Polisi menyatakan ledakan diduga disebabkan oleh kebocoran pipa gas tanam di dalam salah satu rumah.
Kronologi singkat kejadian
Ledakan terjadi pada Senin (20/7) petang dan membuat warga komplek berhamburan keluar rumah. Peristiwa ini juga menyebar di media sosial sehingga menimbulkan kehebohan publik.
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, mengatakan penyelidikan awal dilakukan di lokasi dengan peralatan deteksi.
"Hasil awal investigasi kita dengan menggunakan alat bahwa sumber ledakan karena adanya dugaan gas tanam yang bocor. Namun begitu kami masih terus melakukan penyelidikan,"
Lokasi sumber dan dampak
Polisi menyebut sumber ledakan berasal dari dalam rumah nomor 3 B. Ledakan tersebut menghasilkan serpihan yang mengenai rumah-rumah di sekitarnya.
Akibat peristiwa itu, sejumlah bangunan mengalami kerusakan dan satu unit kendaraan yang terparkir tertimpa material bangunan.
Korban dan upaya evakuasi
Polrestabes melaporkan ada enam orang menjadi korban, termasuk orang tua dan balita. Tim gabungan juga masih melakukan evakuasi terhadap empat orang yang dilaporkan terjebak di bangunan yang runtuh.
"Ada enam orang yang menjadi korban. Diantaranya orang tua, balita, dan mohon doanya tim gabungan sedang berupaya melakukan evakuasi terhadap empat orang lainnya yang masih terjebak di dalam bangunan hancur itu,"
Kerusakan material
Pengamatan di lokasi menunjukkan sejumlah aparat TNI dan Polri telah mengamankan area. Warga setempat mengonfirmasi banyak petugas yang berada di dalam kompleks untuk melakukan penanganan awal.
- Rumah rusak: 5 unit
- Kendaraan rusak: 1 unit (tertimpa material)
- Korban luka/terjebak: 6 orang dilaporkan, 4 masih dievakuasi
Penyelidikan dan langkah selanjutnya
Polrestabes menyatakan penyelidikan berlanjut untuk memastikan penyebab pasti dan mengevakuasi korban secara tuntas. Tim menggunakan alat deteksi gas untuk mengecek sisa kebocoran dan mengamankan jaringan pipa di area terdampak.
Saat ini, prioritas petugas adalah evakuasi korban, perawatan medis, dan langkah pengamanan agar tidak terjadi ledakan susulan.
Perkembangan penyelidikan dan kondisi korban akan terus dipantau oleh aparat sampai sumber ledakan dipastikan dan area dinyatakan aman.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Workshop Keuangan Desa Simalungun Dorong Nagori Mandiri
BPKP Sumut gelar workshop di Simalungun (5/11/2026) untuk memperkuat tata kelola keuangan desa dan mendorong...
Polres Belawan Gagalkan 3.060 Cartridge Vape Diduga Mengandung Etomidate
Polres Pelabuhan Belawan menggagalkan 3.060 cartridge vape diduga mengandung etomidate di Medan; DPRD member...
Turnamen Voli Antar Kecamatan Meriahkan HUT ke-15 NasDem Samosir
DPD NasDem Samosir menggelar turnamen voli antar kecamatan 7–8 Nov 2026 di Pangururan, diikuti sembilan tim...
Putusan MA dan MK soal Pendidikan Gibran Picu Dilema Politik DPR
Putusan MA dan pertimbangan MK soal pendidikan Gibran memicu potensi persoalan hukum dan politik yang menemp...
Keluarga Almarhum Ismail Lubis Hibahkan 2.653 m² untuk Pendidikan
Keluarga almarhum H. Ismail Hakim Lubis menghibahkan lebih dari 2.653 m² tanah di Panyabungan untuk pembangu...
Polres Langkat Bagikan Helm Gratis saat Operasi Patuh Toba 2026
Polres Langkat membagikan helm gratis, cek kesehatan, dan cokelat saat Operasi Patuh Toba 2026 di Stabat, 6...