Ledakan di Medan: Satu Jenazah Dievakuasi, Pipa Gas Diduga Bocor
Medan — Tim gabungan mengevakuasi satu jenazah korban ledakan di Kompleks Grand Polonia, Jalan Mustang, Kecamatan Medan Polonia, Selasa (21/7) dinihari. Identitas korban berinisial J, jenazah ditemukan tertimbun material bangunan yang ambruk akibat ledakan.
Evakuasi dan kondisi korban
Personel dari Polda Sumut, Polrestabes Medan, dan Basarnas masih melakukan pencarian korban lain menggunakan alat berat. Tim bekerja di lokasi yang penuh reruntuhan untuk menemukan korban yang masih terperangkap.
Informasi di lapangan menyebut ada perbedaan jumlah orang yang masih dicari. Seorang petugas mengatakan:
“Masih ada tiga orang lagi yang dicari bang akibat ledakan itu,”
Sementara Kapolrestabes Medan menyampaikan jumlah korban dan kondisi evakuasi berbeda menurut hasil awal penyelidikan.
Penyebab awal: kebocoran gas tanam
Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, Kapolrestabes Medan, menyatakan hasil investigasi awal menunjukkan sumber ledakan berasal dari kebocoran gas tanam di dalam rumah.
“Hasil awal investigasi kita dengan menggunakan alat bahwa sumber ledakan karena adanya gas tanam yang bocor. Namun begitu kami masih terus melakukan penyelidikan,”
Calvijn menambahkan kebocoran itu diduga berasal dari rumah nomor 3 B, sehingga serpihan juga mengenai rumah-rumah warga di sekitarnya.
“Ada enam orang yang menjadi korban. Diantaranya orang tua, balita, dan mohon doanya tim gabungan sedang berupaya melakukan evakuasi terhadap empat orang lainnya yang masih terjebak di dalam bangunan hancur itu,”
Jumlah korban dan status pencarian
Hingga laporan ini disusun, data di lokasi menunjukkan beberapa status korban yang perlu dicatat:
- Dievakuasi: 1 jenazah (inisial J).
- Total korban yang dilaporkan: 6 orang, termasuk orang tua dan balita menurut Kapolrestabes.
- Masih dicari/terjebak: Pernyataan berbeda—satu sumber menyebut 3 orang, sementara Kapolrestabes menyebut 4 orang masih terjebak.
Upaya dan next steps
Tim gabungan terus mengerahkan alat berat untuk merobohkan dan memindahkan puing bangunan secara hati-hati. Tim forensik dan penyidik juga mengumpulkan bukti untuk memperjelas penyebab pasti ledakan.
Proses evakuasi dan penyelidikan diperkirakan masih berlangsung beberapa jam hingga hari mendatang, tergantung kondisi lapangan dan hasil temuan tim teknis.
Catatan keselamatan: Warga sekitar diminta menjauh dari area terdampak dan mengikuti arahan petugas demi keselamatan. Pihak berwenang menegaskan penyelidikan akan dilanjutkan untuk memastikan penyebab pasti dan potensi kelalaian instalasi gas.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Workshop Keuangan Desa Simalungun Dorong Nagori Mandiri
BPKP Sumut gelar workshop di Simalungun (5/11/2026) untuk memperkuat tata kelola keuangan desa dan mendorong...
Polres Belawan Gagalkan 3.060 Cartridge Vape Diduga Mengandung Etomidate
Polres Pelabuhan Belawan menggagalkan 3.060 cartridge vape diduga mengandung etomidate di Medan; DPRD member...
Turnamen Voli Antar Kecamatan Meriahkan HUT ke-15 NasDem Samosir
DPD NasDem Samosir menggelar turnamen voli antar kecamatan 7–8 Nov 2026 di Pangururan, diikuti sembilan tim...
Putusan MA dan MK soal Pendidikan Gibran Picu Dilema Politik DPR
Putusan MA dan pertimbangan MK soal pendidikan Gibran memicu potensi persoalan hukum dan politik yang menemp...
Keluarga Almarhum Ismail Lubis Hibahkan 2.653 m² untuk Pendidikan
Keluarga almarhum H. Ismail Hakim Lubis menghibahkan lebih dari 2.653 m² tanah di Panyabungan untuk pembangu...
Polres Langkat Bagikan Helm Gratis saat Operasi Patuh Toba 2026
Polres Langkat membagikan helm gratis, cek kesehatan, dan cokelat saat Operasi Patuh Toba 2026 di Stabat, 6...