Ledakan di Grand Polonia Medan: Polisi dan PGN Berselisih soal Penyebab
Medan, 20 Juli — Penyebab ledakan di Kompleks Grand Polonia, Jalan Mustang, Kecamatan Medan Polonia, masih diperdebatkan antara polisi dan PT Perusahaan Gas Negara (PGN). Polisi menyebut dugaan kebocoran pipa gas tanam dalam rumah sebagai sumber ledakan, sementara PGN menyatakan hasil deteksi menunjukkan 0 PPM gas metana.
Kronologi singkat dan dugaan awal polisi
Berdasarkan penyelidikan awal di lokasi, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan tim menemukan indikasi kebocoran pipa gas yang tertanam di dalam rumah. Menurutnya, sumber ledakan berasal dari rumah nomor 3B dan menyebabkan puing serta serpihan mengenai rumah-rumah lain di sekitar.
"Hasil investigasi awal kita dengan menggunakan alat bahwa sumber ledakan karena adanya pipa gas tanam yang bocor. Namun begitu kami masih terus melakukan penyelidikan,"
Hasil deteksi PGN
Sebaliknya, Area Head PGN Medan Agus Kurniawan menyampaikan bahwa pemeriksaan yang dilakukan tim PGN dan disaksikan pihak eksternal berwenang menemukan angka 0 PPM, atau tidak terdeteksi kandungan gas metana di rumah yang diduga menjadi sumber ledakan.
"Saat tim PGN telah mengamankan lokasi dengan menurunkan tim teknis dan tanggap darurat untuk menutup penyaluran gas serta melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi jaringan pipa gas untuk memastikan keselamatan masyarakat di sekitar area kejadian,"
Agus menambahkan PGN terus berkoordinasi intensif dengan aparat setempat untuk memastikan penanganan di lapangan dan memberi pembaruan informasi jika ada perkembangan.
Evakuasi dan korban
Ledakan mengakibatkan runtuhan bangunan yang menimbun beberapa warga. Tim gabungan menurunkan alat berat untuk melakukan pencarian korban. Sebanyak empat orang sempat dilaporkan tertimbun; hingga laporan terakhir, dua jenazah telah dievakuasi dan pencarian terhadap korban lainnya masih berlangsung.
Pencarian dilakukan oleh personel gabungan dari Polda Sumut, Polrestabes Medan, dan Basarnas serta tim darurat setempat.
Tindak lanjut dan prospek penyelidikan
Kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Perbedaan hasil temuan antara kepolisian dan PGN membuka kemungkinan pemeriksaan lanjutan pada material pipa, sambungan, dan faktor lain di lokasi. Petugas terus memprioritaskan keselamatan penghuni dan menyelidiki kronologi kejadian secara menyeluruh.
Perkembangan selanjutnya diharapkan diumumkan oleh aparat berwenang setelah pemeriksaan teknis dan forensik selesai.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Wali Kota Wesly: Siswa SMPN 2 Wajib Miliki Ilmu dan Integritas
Wali Kota Wesly Silalahi mengingatkan siswa SMPN 2 untuk mengejar ilmu sambil menjaga integritas dan menjauh...
PKB Deliserdang Ucapkan Selamat Harlah ke-28 dan Siap Pelantikan
DPC PKB Deliserdang ucapkan selamat Harlah ke-28, siap terima SK dan pelantikan serentak; fokus pada ekonomi...
Labfor: Kaca Rumdis Wabup Deliserdang Pecah Akibat Mesin Potong Rumput
Labfor Polda Sumut menyimpulkan kaca rumdis Wabup Deliserdang pecah akibat hantaman benda kecil dari mesin p...
DPRD Deliserdang Soroti SiLPA Rp787 Miliar, Minta Gaji Guru PPPK Dibayar
DPRD Deliserdang soroti SiLPA APBD 2025 sebesar Rp787,96 miliar; minta dana digunakan untuk membayar gaji 2....
Jalan Nasional di Sergai Bergelombang Hampir 3 Km, Ancaman Keselamatan
Jalan nasional di Desa Firdaus, Sei Rampah, Sergai, hampir 3 km bergelombang dan membahayakan pengguna; warg...
HOTMA Gelar Aksi Damai Dukung Pemberantasan Korupsi di Kejati Sumut
HOTMA menggelar aksi damai di depan Kejati Sumut (21/7) untuk mendukung pemberantasan korupsi dan menghormat...