Kecelakaan Sibolangit: Dishub Sumut Sebut Pengawasan ODOL di BPTD
Medan — Kecelakaan maut di Sibolangit, Deliserdang, memicu kritik keras terhadap pengawasan angkutan barang di Sumatera Utara. Pada Selasa (21/7), Kepala Dinas Perhubungan Sumut, Yuda Pratiwi Setiawan, menyatakan pengawasan kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) kini menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), sehingga provinsi hanya melakukan koordinasi.
Pengakuan Dishub Sumut soal kewenangan
Yuda mengatakan provinsi tidak lagi memegang otoritas penuh terhadap pengawasan ODOL. Pernyataan itu menuai kekhawatiran karena kecelakaan di Sibolangit menunjukkan celah pengawasan di lapangan.
Kami terus berkoordinasi dengan BPTD terkait pengawasan angkutan barang karena saat ini pengawasan kendaraan ODOL tidak lagi berada di pemerintah provinsi, melainkan menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui BPTD.
Dishub Sumut mengklaim telah memberi pembinaan kepada perusahaan angkutan agar mematuhi aturan muatan dan menjaga kelayakan kendaraan. Namun klaim ini belum didukung bukti penindakan atau razia yang sistematis.
Kelemahan pengawasan di lapangan
Pengamat lalu lintas dan keluarga korban menilai imbauan saja tidak cukup. Sejumlah pihak menyoroti tidak adanya mekanisme sanksi yang tegas terhadap perusahaan yang melanggar kapasitas muatan atau mengabaikan perawatan kendaraan.
Dalam kondisi jalan menanjak dan menurun seperti Sibolangit, risiko kegagalan teknis meningkat jika kendaraan tidak dirawat. Yuda sendiri mengakui pentingnya pemeriksaan komponen utama sebelum operasi kendaraan di jalur rawan.
Kami menghimbau kepada seluruh pengusaha agar tidak mengangkut barang dengan jumlah yang berlebihan. Selain itu, perusahaan juga harus rutin memeriksa kendaraan yang beroperasi agar selalu dalam kondisi laik jalan dan aman digunakan.
Publik menuntut bukti, bukan janji
Meski Dishub Sumut berjanji bersinergi dengan BPTD, kepolisian, dan instansi terkait, masyarakat menuntut bukti nyata berupa razia berkala, penegakan sanksi administrasi, dan audit kelayakan operasional perusahaan angkutan barang.
Imbauan moral tanpa mekanisme pengawasan yang jelas berisiko menjadi retorika berulang setiap kali tragedi serupa terjadi. Pertanyaan utama tetap sama: siapa yang efektif memastikan kendaraan laik jalan jika kewenangan terus bergeser antar lembaga?
Kesimpulan dan prospek
Kecelakaan di Sibolangit membuka kembali perdebatan soal pembagian kewenangan pengawasan transportasi. Publik kini menunggu langkah konkret dari pemerintah pusat dan daerah untuk memperketat pengawasan ODOL, mencegah kejadian serupa, dan menekan angka kecelakaan angkutan barang di Sumut.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Kapolres Simeulue Ngopi Bareng Wartawan, Pantau Kasus PT Raja Marga
Kapolres Simeulue ngopi bareng wartawan di Sinabang (6/11) dan berjanji memantau serta menindaklanjuti dugaa...
Bupati Resmikan Kantor Camat Pulau-Pulau Batu Barat di Pulau Sigata
Bupati Nias Selatan meresmikan Gedung Kantor Camat Pulau-Pulau Batu Barat di Desa Sigese, Pulau Sigata untuk...
Doli Bantah Terlibat Selebaran Munaslub Golkar 29 Nov 2026
Ahmad Doli membantah terlibat selebaran yang mengklaim Munaslub Golkar pada 29 November 2026 dan menegaskan...
Pangdam IM Jelaskan Kronologi Bentrokan Penertiban Bendera di Pidie
Pangdam Iskandar Muda menjelaskan penertiban bendera Bulan Bintang di Pidie melibatkan 272 personel; tembaka...
PPP Nagan Raya Nyatakan Dukungan untuk Ketua DPC Mohd Rizki
Keluarga besar PPP Nagan Raya menyatakan dukungan moral kepada Ketua DPC Mohd. Rizki Ramadhan dan menegaskan...
RSUD Sibuhuan Overkapasitas, Butuh 50–70 Bed Tambahan
RSUD Sibuhuan di Padanglawas overkapasitas; butuh 50–70 bed tambahan serta perbaikan ruang rawat jalan, ICU,...