KUR Perumahan Rp500 Miliar Dorong Pemerataan Ekonomi Sultra
Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menargetkan penyaluran KUR Perumahan senilai Rp500 miliar di Sulawesi Tenggara pada Agustus 2026. Program ini dibuat untuk mendorong pemerataan manfaat pertumbuhan ekonomi di wilayah yang mencatat pertumbuhan 6,23 persen tersebut.
Ringkasan program
Menteri PKP Maruarar Sirait menjelaskan bahwa KUR Perumahan merupakan program baru yang ditujukan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor perumahan. Pemerintah menyiapkan skema bunga bersubsidi dan segmentasi pembiayaan agar bantuan tepat sasaran.
Kita akan mempersiapkan program nomor satu KUR perumahan yaitu diciptakan oleh Presiden Prabowo. Pertama kali ada KUR perumahan untuk UMKM disubsidi bunganya 5 persen, bisa sampai Rp20 miliar.
Skema dan syarat pembiayaan
Menurut keterangan Kementerian, skema utama menawarkan suku bunga subsidi 5 persen untuk UMKM dengan plafon pembiayaan hingga Rp20 miliar. Selain itu, pembiayaan di bawah Rp100 juta dapat diakses tanpa jaminan dengan bunga ringan 0,5 persen.
Dari segi demand itu di bawah Rp100 juta tanpa jaminan dan bunganya 0,5 persen.
Tahapan pelaksanaan dan kesiapan daerah
Kementerian menargetkan penyaluran dimulai pada Agustus 2026 dan meminta pemerintah daerah mempersiapkan pelaksanaan program secara matang. Maruarar menekankan koordinasi antara pusat dan daerah agar target nilai penyaluran tercapai.
Kita targetkan Agustus dengan target Rp500 miliar. Tolong dipersiapkan dengan matang.
Tanggapan pemerintah daerah dan dampak ekonomi
Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka menyambut positif rencana itu. Ia menyatakan program KUR Perumahan berpotensi besar menggerakkan sektor riil dan membantu mengatasi ketimpangan manfaat pertumbuhan ekonomi.
Sulawesi Tenggara ini pertumbuhan ekonominya 6,23 persen, tetapi di lain pihak, kemiskinan itu masih ada 10 persen. Untuk bisa menyikapi ini, maka harus ada pemerataan.
Gubernur juga menilai dana Rp500 miliar bisa memicu efek berganda pada perekonomian lokal. Menurutnya, pembangunan perumahan menghasilkan banyak rantai nilai tambah yang berdampak luas.
Begitu pola ini akan bekerja, maka satu contoh Rp500 miliar itu mampu menggerakkan ekonomi. Satu rumah itu bisa berdampak ke 118 impact yang bisa dikenakan.
Prospek ke depan
Jika dilaksanakan sesuai rencana, program KUR Perumahan berpeluang memperluas akses pembiayaan bagi UMKM sektor konstruksi dan perumahan. Keberhasilan program ini akan bergantung pada kesiapan regulasi, penyalur, dan sinergi pusat-daerah.
Berita Terkait
Rupiah Tembus Rp17.966 per Dolar, Tertekan Konflik AS-Iran
Rupiah melemah 0,71% ke Rp17.966 per dolar pada penutupan 3 Juni 2026, dipicu ketegangan AS-Iran, lonjakan h...
Pertamina Diminta Perkuat Eksplorasi dan Kemitraan Global
Pengamat Benny Lubiantara minta Pertamina perkuat eksplorasi, EOR, dan kemitraan global untuk jaga ketahanan...
Indonesia Perkuat Perdagangan dengan Cili lewat Forum Bisnis
Indonesia perkuat hubungan perdagangan dengan Cili lewat forum bisnis di Santiago; CEPA dan promosi pameran...
IPF Dorong Sinergi Atasi Tekanan di Industri Kemasan Plastik
IPF mendorong kolaborasi dan pengembangan kemasan sirkular untuk meredam tekanan berat pada industri kemasan...
Industri Kemasan Plastik Tertekan Pelemahan Rupiah dan Krisis Pasokan
Pelemahan rupiah dan krisis pasokan impor (PE, PP, PET) tekan industri kemasan plastik; pengiriman melambat...
IHSG Anjlok 4,11% ke 5.941, Transaksi Rp25,16 T pada 3 Juni
IHSG turun 4,11% ke 5.941 pada 3 Juni 2026, terdorong pelemahan rupiah, naiknya harga minyak, dan penilaian...