KSP Targetkan 1 Juta Jargas Rumah Tangga Rampung 2028
Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman, menargetkan pembangunan 1 juta sambungan jargas rumah tangga selesai pada 2028. Target ini diumumkan saat peninjauan kesiapan pengoperasian jargas di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Jumat, 18 September 2026, dan bertujuan mendukung swasembada energi serta mengurangi ketergantungan impor LPG.
Target 2025–2028 dan alokasi awal
Pemerintah memasukkan pembangunan jargas rumah tangga ke dalam Program Prioritas Nasional dan RPJMN 2025–2029. Untuk periode 2025–2026 ditargetkan 119.379 sambungan rumah (SR) di 15 kabupaten/kota.
| Kabupaten/Kota | Alokasi SR |
|---|---|
| Gresik | 7.363 |
| Sidoarjo | 7.223 |
| Total kedua kabupaten | 14.586 |
Percepatan perizinan dan koordinasi lintas lembaga
Dudung menekankan pentingnya dukungan kementerian dan lembaga untuk mempercepat proses perizinan. Ia meminta agar perizinan lokasi berikutnya disiapkan sejak tahap perencanaan dan diproses secara paralel, sehingga pembangunan dapat berjalan lebih cepat.
"Tahun 2028 selesai,"
Menurut Dudung, KSP akan mengawal koordinasi lintas instansi untuk memastikan sisa perizinan tuntas dan proses pengoperasian berjalan lancar.
Penetapan badan usaha, alokasi gas, dan harga
Beberapa tugas konkret yang akan diawasi KSP meliputi:
- penetapan badan usaha pengelola;
- penerbitan izin usaha niaga gas bumi;
- penetapan alokasi gas dan titik serah;
- penentuan wilayah jaringan distribusi dan harga gas rumah tangga.
"Dukungan setiap kementerian dan lembaga terkait tetap dibutuhkan agar perizinan pada lokasi berikutnya disiapkan sejak perencanaan dan diproses secara paralel. Sehingga impor LPG berkurang dan akses masyarakat terhadap energi semakin mudah,"
Dampak yang diharapkan
Dudung menyebut sekitar 80 persen kebutuhan LPG nasional masih dipenuhi impor. Dengan percepatan jargas, pemerintah berharap dapat menekan impor tersebut sekaligus menurunkan biaya energi rumah tangga. Selain itu, KSP meminta BPH Migas menetapkan harga gas rumah tangga yang lebih murah dibandingkan tabung LPG 3 kg.
Sejauh ini proses perizinan mulai tuntas dan fokus bergeser ke tahap pengoperasian. KSP mendorong Kementerian ESDM, SKK Migas, dan BPH Migas segera menyelesaikan penetapan badan usaha, alokasi gas, titik serah, serta penetapan harga agar sambungan dapat segera berfungsi dan masyarakat mendapat akses energi yang lebih terjangkau.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Mentan Amran Ingatkan Mahasiswa UMRI Jauhi Korupsi dan Bangun Integritas
Mentan Amran mengingatkan 3.738 mahasiswa baru UMRI untuk menjauhi korupsi, membangun integritas, dan memand...
Koalisi Tolak Pangkas 297 DIM dalam RUU Agraria
Koalisi sipil menolak usulan pemerintah memangkas 297 DIM RUU Agraria yang dinilai melemahkan upaya reforma...
Kriyanusa 2026 Digelar di JCC, Sumsel Ditetapkan Sebagai Ikon
Kriyanusa 2026 digelar 28-30 September di JCC Senayan; Sumsel ditetapkan sebagai ikon pameran untuk menonjol...
Timnas Hoki Putri Jadikan Laga Kontra Jepang Sebagai Evaluasi
Pelatih Dhaarma jadikan kekalahan 0-7 dari Jepang (19 Sept 2026) sebagai evaluasi; fokus peningkatan fisik d...
KWP DPR Gelar Doa untuk Lima Jurnalis dan Tiga ABK
KWP DPR menggelar doa bersama 18 Sep 2026 untuk lima jurnalis dan tiga ABK yang hilang di Selat Sunda saat m...
IMIP Benahi 9 Kilometer Drainase di Jalur Trans Sulawesi
IMIP membenahi drainase 9 km di Trans Sulawesi; 3.245 U-ditch terpasang hingga Sept 2026, target 4.411 unit...