Kongres Kebudayaan Nusantara 2026 Lahir dari Aspirasi Pelaku Budaya
Himpunan Penghayat Kepercayaan (HPK)
Kongres berbasis aspirasi pelaku budaya
Agung mengatakan sebagian besar kongres kebudayaan sebelumnya digagas dan diselenggarakan oleh pemerintah. Menurutnya, format itu belum sepenuhnya mengakomodasi aspirasi pelaku budaya dari beragam latar. Kongres 2026 dibangun melalui kolaborasi komunitas tanpa membedakan identitas peserta.
Langkah ini diharapkan menghasilkan rekomendasi yang lebih inklusif dan mewakili kebutuhan daerah. Pendekatan kolaboratif juga dimaksudkan untuk memberi ruang suara yang setara bagi aktor budaya tradisional dan kontemporer.
Musyawarah budaya sebagai fondasi
HPK menyoroti pentingnya musyawarah kebudayaan sebagai metode merumuskan kebijakan. Agung menyebut dialog terbuka menjadi fondasi perumusan arah pembangunan budaya yang berkelanjutan. Ia menautkan semangat kongres saat ini dengan tradisi musyawarah yang pernah muncul di kongres-kongres sebelumnya.
"Kongres ini lahir dari kesadaran kolektif seluruh entitas kebudayaan bangsa sehingga setiap aspirasi memiliki ruang dialog yang setara bersama. Semangat tersebut melanjutkan nilai kebersamaan yang pernah tumbuh dalam Kongres Kebudayaan tahun 1918 dan 1948 setelah kemerdekaan Indonesia,"
Peran penghayat kepercayaan dan tantangan dokumentasi
Ketua Umum Pusat HPK, Hadi Prajoko, menegaskan penghayat kepercayaan memegang peran penting dalam menjaga memori peradaban Nusantara. Ia menyoroti bahwa banyak nilai budaya diwariskan secara lisan dan terus dipelihara melalui tradisi turun-temurun.
"Banyak jejak peradaban Nusantara masih tersimpan melalui para sesepuh, empu, dan penghayat kepercayaan yang menjaga tradisi turun-temurun bersama. Nilai luhur tersebut perlu dihadirkan kembali agar bangsa Indonesia semakin mengenal akar kebudayaannya secara utuh dan berkelanjutan,"
Hadi juga menyampaikan pengalamannya menelusuri jejak kebudayaan selama lebih dari 26 tahun. Dari pengalaman itu, ia melihat masih banyak warisan yang belum terdokumentasikan secara menyeluruh pada kajian ilmiah nasional.
Harapan dan implikasi kebijakan
HPK menilai penguatan ruang dialog menjadi langkah penting untuk memperkaya perspektif penyusunan kebijakan kebudayaan. Keterlibatan masyarakat adat dan penghayat kepercayaan dinilai dapat memperkaya pemahaman identitas bangsa. Mereka mendorong negara membuka ruang lebih luas agar warisan leluhur terjaga lintas generasi.
"Negara perlu membuka ruang lebih luas bagi seluruh pelaku kebudayaan agar warisan leluhur tetap terjaga lintas generasi di Indonesia. Dengan begitu, bangsa Indonesia dapat menemukan kembali jati dirinya melalui pemahaman kebudayaan yang tumbuh dari akar peradaban Nusantara,"
Publikasi rekomendasi kongres dan tindak lanjut kebijakan akan menentukan seberapa jauh aspirasi pelaku budaya itu diakomodasi. Jika diimplementasikan, langkah kolaboratif ini berpotensi memperkaya peta kebudayaan nasional dan memperkuat identitas kolektif bangsa.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Dua Paduan Suara Indonesia Juara di TICC 2026 Tokyo
Dua paduan suara Indonesia, Svara Nusantara dan Bina Vokalia Bali, meraih juara di TICC 2026 Tokyo dan mengg...
Sumatera Barat Tampilkan Wastra dan Busana Muslim di IFW 2026
Sumatera Barat tampil di IFW 2026 (29 Juli) di JICC, memamerkan songket, sulaman, dan busana muslim untuk do...
Menpar Apresiasi Astra Lestarikan Budaya Osing di Desa Kemiren
Menpar apresiasi dukungan Astra di Desa Kemiren (29 Juli 2026) untuk melestarikan budaya Osing dan mengemban...
Famadihana: Tradisi Menghormati Leluhur di Madagaskar
Famadihana: tradisi Madagaskar mengeluarkan jenazah dari makam, membungkus ulang, dan merayakan leluhur deng...
Komdigi Dorong Ulos Go Global Lewat Teknologi Digital
Komdigi dukung promosi ulos di IFW 2026 lewat teknologi digital untuk menjangkau generasi muda dan pasar glo...
Sociolla Gelar Love Local 2026: Rayakan 100% Cantik Indonesia
Sociolla meluncurkan Love Local 2026 bertema "100% Cantik Indonesia" untuk merayakan dan memperkuat industri...