Komisi II Minta LAN Siapkan ASN Adaptif Hadapi Digitalisasi
Komisi II DPR RI meminta Lembaga Administrasi Negara (LAN) menyiapkan aparatur sipil negara yang adaptif menghadapi laju digitalisasi dan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI). Pernyataan itu disampaikan dalam rapat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 24 Agustus 2026, sebagai respons atas perubahan kebutuhan kompetensi ASN di era digital.
Sorotan Komisi II pada digitalisasi ASN
Wakil Ketua Komisi II, Dede Yusuf Macan Effendi, menyoroti cepatnya adopsi teknologi di lembaga pemerintahan dan swasta. Ia menekankan perlunya ASN yang tidak hanya kompeten secara teknis, tapi juga memiliki pola pikir yang gesit.
“Reformasi birokrasi, good governance, ada lagi yang baru sekarang adalah digitalisasi. Saya hanya ingin menyampaikan, ada sebuah konsep mendasar di berbagai lembaga termasuk perusahaan adalah penggunaan AI,”
Kebutuhan tenaga ASN yang berubah
Dede mempertanyakan struktur kebutuhan pegawai saat ini, misalnya staf di kantor kecamatan yang kini berjumlah 30-50 orang. Menurutnya, digitalisasi bisa mengubah kebutuhan tersebut sehingga perlu penataan ulang kompetensi dan peran.
“Untuk itu, kita akan mendorong apa yang akan dilakukan Lembaga Administrasi Negara. Agar ASN-ASN kita memiliki mindset pola pikir yang lebih agile (gesit), profesional, dan adaptif terhadap kemajuan zaman,” kata Dede.
Ia juga menekankan pergeseran budaya kerja dari sistem administratif menuju orientasi hasil berbasis kinerja atau output-driven. Perubahan ini menuntut fleksibilitas yang selama ini bertentangan dengan kebiasaan birokrasi konvensional.
“Perubahan dari sistem administratif menuju orientasi hasil berbasis kinerja output (output-driven), menuntut fleksibilitas tinggi. Yang seringkali tidak sejalan dengan kebiasaan birokrasi konvensional,”
Tantangan: kesenjangan kompetensi dan infrastruktur
Dede juga menyoroti kesenjangan kemampuan digital di kalangan ASN dan ketidakmerataan infrastruktur digital di berbagai daerah. Selain itu, tuntutan publik terhadap pelayanan yang cepat, transparan, dan responsif makin meningkat.
“Tentu LAN sebagai lembaga yang memiliki tugas untuk mengembangkan kapasitas dan kompetensi ASN bisa memastikan ASN. Untuk mampu beradaptasi dengan perubahan, memiliki kompetensi dan berdaya saing global untuk mewujudkan reformasi birokrasi,”
Respon LAN: ekosistem pembelajaran kolaboratif
Kepala LAN, Muhammad Taufiq, menegaskan ASN wajib mengembangkan diri secara berkelanjutan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara. LAN membangun ekosistem pembelajaran yang melibatkan swasta, perguruan tinggi, dan mitra global.
“Dengan kemajuan-kemajuan yang dicapai oleh pembangunan dan perubahan-perubahan yang ada di masyarakat, maka dibutuhkan ASN yang pembelajar. ASN yang bisa tidak hanya beradaptasi dengan kemajuan teknologi, tapi juga semakin peka dari sisi hubungan kemanusiaannya,” ujar Taufiq.
“Bagaimana kita merubah paradigma ekosistem di mana pembelajaran ini sifatnya sektoral birokratis. Nah kita rubah menjadi model sekarang yang kita sebut dengan ekosistem, cara-cara kolaboratif, cara-cara yang lebih inklusif,” kata Taufiq.
LAN menyebut telah menggandeng perusahaan teknologi besar untuk memperkuat kapasitas ASN, terutama pada penguasaan AI. Nama-nama mitra meliputi pelaku industri global yang membantu penyediaan materi dan platform pembelajaran.
Implikasi dan langkah ke depan
Upaya memperkuat kompetensi digital ASN menjadi kunci bagi realisasi reformasi birokrasi yang berbasis hasil. Ke depan, LAN dan Komisi II perlu memetakan kebutuhan keterampilan, mempercepat pemerataan infrastruktur, dan memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk membentuk ASN yang adaptif dan berdaya saing global.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Mentrans: Pembangunan Transmigrasi Harus Terintegrasi
Menteri Transmigrasi tegas: pembangunan transmigrasi harus terintegrasi, bukan sporadis, lewat lima program...
Brimob Jateng Sediakan Air Minum untuk Pengungsi Gempa Flores
Brimob Polda Jateng menempatkan mobil air siap minum di Ronting, Manggarai Timur, pada 23 Agustus 2026 untuk...
Kemendikdasmen Salurkan Rp860 Juta untuk 61 Sekolah Terdampak Gempa NTT
Kemendikdasmen menyalurkan logistik dan voucher Rp860 juta untuk 61 sekolah terdampak gempa di Nagekeo dan N...
Prabowo Tiba di Palembang dan Pimpin Rapat Penanganan Karhutla
Presiden Prabowo tiba di Palembang 24 Agustus 2026 dan langsung pimpin rapat penanganan karhutla, sambil men...
Wakil Ketua DPR: Pembahasan RUU Perampasan Aset Harus Hati-hati
Wakil Ketua DPR Sari Yuliati minta pembahasan RUU Perampasan Aset dilakukan hati-hati agar tidak jadi alat p...
Prabowo Perintahkan Sumur Bor di 300 Titik Panas Riau
Presiden Prabowo perintahkan pembuatan sumur bor di 300 titik panas Riau untuk cegah karhutla; 306 hotspot t...