Banyu Biru: Ketimpangan Hulu-Hilir Hambat Industri Film Indonesia
Banyu Biru Djarot, anggota Komisi VII DPR RI, menilai terjadi ketimpangan signifikan antara sektor hulu dan hilir dalam industri film Indonesia. Pernyataan itu disampaikan saat rapat dengan pemangku kepentingan perfilman pada Senin, 22 Juni 2026, terkait lonjakan produksi film yang belum diimbangi kapasitas distribusi dan eksibisi.
Ledakan Produksi, Distribusi Keterbatasan
Banyu Biru menyebut ada "ledakan" kreativitas di hulu produksi. Jumlah film yang diproduksi meningkat pesat, namun kapasitas bioskop dan saluran distribusi belum mampu menampung semua judul.
"Di hulu ada ledakan, tapi di hilir bermasalah. Tidak bisa mengakomodir ledakan tersebut, termasuk dalam distribusi,"
Ia merujuk data bahwa sekitar 244 film Indonesia tayang di bioskop sepanjang tahun lalu. Sementara itu, banyak film lain masih antre menunggu kesempatan tayang.
Implikasinya meliputi pertanyaan tentang mekanisme seleksi, otoritas penentu program tayang, dan potensi praktik monopoli dalam distribusi film.
Aspek Pembiayaan, Teknologi, dan SDM
Banyu menekankan persoalan utama tidak hanya distribusi, melainkan juga pembiayaan proyek, akses teknologi, dan kesiapan sumber daya manusia. Perubahan teknologi turut membuka tantangan baru.
"Bukan teknologinya yang jadi masalah, tapi kesiapan SDM kita. Bagaimana insan perfilman bisa adaptif dan bersaing secara global,"
Menurutnya, kesiapan SDM penting untuk menghadapi disrupsi seperti artificial intelligence (AI), baik dari sisi perlindungan karya maupun kemampuan produksi yang kompetitif.
Pasar Digital sebagai Peluang
Banyu juga menyoroti potensi pasar digital. Dengan penetrasi internet lebih dari 80 persen di Indonesia, platform digital jadi peluang besar sebagai secondary market bagi film yang tak tersalurkan di bioskop.
Peralihan perilaku penonton ke platform streaming membuka ruang distribusi alternatif dan monetisasi bagi pembuat film independen.
Pandangan Cinema Poetica
Direktur Eksekutif Cinema Poetica, Adrian Jonathan Pasaribu, meminta pemahaman perfilman sebagai sebuah ekosistem yang saling terkait. Ia memetakan unsur-unsur kunci yang harus tumbuh bersama.
- Produksi
- Distribusi
- Eksibisi
- Apresiasi dan pendidikan
- Arsip
"Tumbuh kembang ekosistem perfilman ini lah yang menjadi fokus kami di Cinema Poetica,"
Adrian menilai pola pengembangan perfilman di Indonesia masih parsial jika dibandingkan dengan Amerika Serikat dan Korea Selatan. Ia menyoroti kecenderungan wahana eksibisi mengutamakan film fiksi naratif panjang, sehingga banyak karya lain sulit mendapatkan ruang tayang.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan film harus diukur tidak hanya dari angka penonton, melainkan juga dari makna, gagasan, dan dampak sosialnya. Ketidakseimbangan antara jumlah bioskop dan banyaknya film siap tayang memperparah masalah ini.
Perspektif ke Depan
Diskusi ini menempatkan fokus pada kebutuhan membangun mekanisme distribusi yang lebih adil, meningkatkan kapasitas SDM, dan memaksimalkan kanal digital. Tanpa langkah terkoordinasi, ledakan produksi berisiko menghasilkan banyak judul yang sulit menjangkau penonton.
Langkah konkret yang diusulkan antara lain penguatan regulasi distribusi, dukungan pembiayaan untuk ragam produksi, serta program peningkatan kompetensi kerja bagi pelaku industri.
Jurnalis hiburan yang fokus pada dunia selebritas, film, musik, dan budaya populer.
Berita Terkait
Ketentuan Penonton JAEHYUN Fan-Con Jakarta 20 Juni 2026
Dyandra Global merilis panduan resmi: penukaran e-voucher, gelang wajib, larangan barang, dan imbauan cuaca...
JAEHYUN Fan-Con 'MONO' Digelar Hari Ini di Tennis Indoor Senayan
JAEHYUN menggelar FAN-CON TOUR 'MONO' hari ini di Tennis Indoor Senayan; simak penukaran tiket, jadwal sound...
Kyungmin 8TURN Absen Promosi '8.X' karena Pemulihan Kesehatan
Kyungmin 8TURN absen dari promosi album 8.X per 19 Juni 2026 karena masih menjalani pemulihan akibat masalah...
Michael Jadi Biopik Musik Terlaris Sepanjang Masa
Film biopik Michael meraih USD 911,9 juta dan menjadi biopik musik terlaris, melampaui Bohemian Rhapsody.
Netflix Rilis Trailer Avatar: The Last Airbender Musim 2
Netflix rilis trailer Avatar Musim 2; tayang 25 Juni 2026, fokus ke Ba Sing Se, Toph, Zuko, dan ancaman baru...
Voicemails for Isabelle: Sinopsis dan Pemeran di Netflix
Sinopsis Voicemails for Isabelle: rom-com Netflix tentang cinta yang terjalin lewat pesan suara, dibintangi...