Indonesia-India Perkuat Kerja Sama Strategis AI
Jakarta, 2 Agustus 2026 — Indonesia dan India sepakat memperkuat kerja sama strategis dalam pengembangan Artificial Intelligence (AI) untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Kesepakatan itu menekankan kolaborasi riset, infrastruktur teknologi, dan pengembangan talenta digital antara kedua negara.
Kesepakatan strategis dan fokus kerja sama
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menyatakan India merupakan mitra strategis bagi Indonesia, khususnya dalam bidang riset serta infrastruktur teknologi AI. Nezar menilai India memiliki pengalaman matang di sektor pengembangan AI dan infrastruktur komputasi.
Sementara itu, Indonesia dinilai memiliki potensi besar berkat bonus demografi yang mendukung pengembangan talenta digital. Kolaborasi kedua negara diharapkan bersifat saling melengkapi, bukan kompetitif.
"Karena India dan Indonesia bukanlah pesaing yang mengejar jalur sempit yang sama di bidang AI, kita saling melengkapi,"
Peran regulasi: Peta Jalan AI Indonesia
Nezar menyampaikan regulasi Peta Jalan AI Indonesia menjadi pijakan utama untuk menjadikan kerja sama lebih konkret. Regulasi ini dimaksudkan agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi teknologi AI, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem pembangunan teknologi.
Langkah pemerintah untuk memperkuat posisi
Pemerintah Indonesia mendorong penguatan perangkat lunak, kapasitas komputasi, pusat digital, dan pembinaan talenta digital. Fokus ini ditujukan untuk memperbesar peran Indonesia dalam pengembangan AI global.
- Penguatan perangkat lunak dan platform AI
- Peningkatan kapasitas komputasi dan pusat data
- Pengembangan pusat digital dan ekosistem riset
- Pembinaan talenta digital melalui pendidikan dan pelatihan
"Selama ini, persaingan global untuk AI telah memperlakukan negara-negara seperti Indonesia sebagai pasar. Tempat untuk menjual produk AI, bukan tempat di mana AI dibangun,"
Dampak dan prospek
Dengan memadukan pengalaman India dan sumber daya manusia Indonesia, kerja sama ini berpotensi mempercepat adopsi dan inovasi AI yang berkelanjutan. Ke depan, langkah konkret seperti proyek riset bersama, investasi infrastruktur, dan program pelatihan akan menentukan sejauh mana Indonesia bisa mengambil peran aktif dalam ekosistem AI global.
Kolaborasi ini juga membuka peluang bagi sektor swasta dan akademisi di kedua negara untuk berkontribusi pada solusi AI yang relevan bagi kebutuhan regional.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
KAI Perluas Akses Wisata Lewat Jaringan Kereta di Tiga Pulau
KAI memperluas akses wisata lewat jaringan kereta di Jawa, Sumatra, dan Sulawesi Selatan untuk mendukung mob...
Kapolri Cup 2026 Perkuat Sinergi Lintas Kementerian
Kapolri Cup 2026 di Jakarta memperkuat sinergi lintas kementerian dan lembaga melalui pertandingan bulu tang...
BMKG: Daftar Kota Berpotensi Hujan Petir Hari Ini
BMKG peringatkan potensi hujan petir di Padang dan hujan ringan di beberapa kota hari ini, Minggu 2 Juli 202...
Menteri PPPA Minta Proses Tegas Kasus Kekerasan Seksual Guru di Buleleng
Menteri PPPA Arifah Fauzi minta proses hukum tegas atas dugaan kekerasan seksual guru di Buleleng; korban ja...
Pendaftaran Tiket Upacara HUT ke-81 RI Belum Dibuka
Pendaftaran tiket Upacara HUT ke-81 RI belum dibuka; upacara digelar 17 Agustus 2026 di Istana Negara dan ak...
Desil Bansos: Cara Cek Status dan Ajukan Perubahan Lewat HP
Desil mengelompokkan rumah tangga dalam 10 kelas kesejahteraan; berikut cara cek status dan ajukan pembaruan...