Nasional

KCIC dan KAI Siapkan Kereta Alternatif Usai Erupsi Anak Krakatau

Bagikan:
Penumpang menunggu kereta sebagai alternatif transportasi setelah erupsi Anak Krakatau

KCIC dan KAI menyiapkan layanan kereta sebagai alternatif transportasi setelah erupsi Gunung Anak Krakatau mengganggu sejumlah penerbangan pada Senin, 7 September 2026. Langkah ini ditujukan untuk membantu mobilitas penumpang menuju Jakarta dan kota lain yang terdampak.

Operasional KCIC (Whoosh) tetap berjalan

General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menyampaikan bahwa layanan Whoosh tetap beroperasi normal pada hari kejadian. KCIC menjalankan 62 perjalanan dan volume penumpang masih terpantau stabil.

“Jadi untuk hari ini sendiri, kita beroperasi sebanyak 62 perjalanan. Dan kalau kita melihat saat ini, kondisi volume penumpang juga terpantau masih normal.”

Eva menegaskan tidak ada penyesuaian jadwal khusus karena Whoosh beroperasi setiap 25 sampai 30 menit. Penumpang dari Bandara Kertajati disarankan memakai layanan penghubung menuju stasiun Whoosh terdekat. Stasiun Tegalluar dan Padalarang juga dapat menjadi pilihan bagi penumpang yang akan melanjutkan perjalanan ke Jakarta.

Meski belum ada permintaan resmi dari maskapai atau pengelola bandara, KCIC menyatakan siap mengakomodasi pemesanan rombongan jika terjadi koordinasi lanjutan.

Penambahan layanan KAI Daop 6 Yogyakarta

KAI Daop 6 Yogyakarta menambah satu kereta relasi Yogyakarta–Gambir yang berangkat dari Stasiun Yogyakarta pada pukul 18.20 WIB. Penyesuaian ini dilakukan mengikuti situasi bandara dan kebutuhan penumpang.

"Hari ini, kita hanya menjalankan satu kereta api tambahan relasi Yogyakarta-Gambir. Karena kita juga sambil memantau situasi terkini dan perkembangan dari kondisi stasiun Bandara Soekarno-Hatta sendiri,”

Manajer Humas KAI Daop 6, Feni Novida, mengatakan pihaknya memantau perkembangan kondisi bandara sebelum menentukan jumlah kereta tambahan.

Kapasitas dan penjualan tiket

KAI melaporkan kenaikan jumlah pelanggan sebesar 12,5 persen. Rata-rata pelanggan naik dari sekitar 45 ribu menjadi sekitar 51 ribu orang. Kereta tambahan rute Yogyakarta–Gambir memiliki kapasitas 350 kursi, dan hingga Senin siang sekitar 175 kursi atau 50 persen sudah terjual.

KAI juga menegaskan tidak memberikan perlakuan khusus bagi pemegang tiket pesawat yang terdampak penutupan bandara. Semua penumpang mendapat akses layanan kereta secara sama.

Imbauan bagi penumpang

KCIC dan KAI terus memantau kondisi abu vulkanik serta situasi operasional bandara. Untuk mengurangi risiko dan kepadatan, masyarakat diimbau mengikuti beberapa langkah sederhana:

  • Memakai masker saat berada di stasiun atau area publik.
  • Mengecek jadwal keberangkatan sebelum berangkat.
  • Datang lebih awal ke stasiun untuk mengantisipasi antrean dan kepadatan.

Perusahaan kereta menyatakan kesiapan untuk menyesuaikan layanan jika perkembangan situasi menuntut perubahan operasional.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait