Polri Turunkan 322 Peserta Evaluasi Pencegahan Karhutla di 6 Polda
Polri menugaskan 322 peserta didik ke enam Polda selama 10 hari untuk mengevaluasi strategi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Penugasan dimulai setelah pembekalan dan apel di Gedung Bhadawa STIK-PTIK, Jakarta, Senin, 7 September 2026. Kegiatan ini bagian dari kurikulum Kuliah Kerja Dalam Negeri dan praktik kerja lapangan.
Tujuan dan ruang lingkup penugasan
Satgas Edukasi Karhutla Gelombang Kedua tidak hanya memberi edukasi kepada masyarakat. Mereka juga diminta mengidentifikasi dan mengevaluasi persoalan di lapangan. Hasil evaluasi akan dipakai untuk memperbaiki pola pencegahan dan penanganan karhutla.
Karena mereka sudah menduduki pada eselon manajerial tingkat puncak, Sespimti, menengah untuk Sespimmen, dan SPPK. Kita harapkan tidak hanya sekadar melakukan edukasi
Komjen Pol R.Z. Panca Putra menjelaskan peserta harus mengkaji hambatan-hambatan yang mengganggu upaya pencegahan. Evaluasi mencakup aspek manajemen operasi dan pendekatan operasi di setiap wilayah penugasan.
Mereka nanti akan melakukan evaluasi bagaimana upaya dalam strategi manajemen operasi terkait dengan upaya pencegahan kebakaran hutan. Ini dilakukan melalui pendekatan operasi
Komposisi peserta dan penempatan
Jumlah peserta terbagi menurut jenjang pendidikan dan fungsi. Seluruh peserta akan ditempatkan sesuai karakteristik wilayah dan kebutuhan penanganan karhutla yang ditemukan di lapangan.
| Kategori | Jumlah |
|---|---|
| Peserta Sespimti | 64 |
| Peserta Sespimmen | 207 |
| Peserta SPPK | 29 |
| Pendamping | 22 |
| Total | 322 |
Operasi Amanusa II dan penguatan kesiapsiagaan
Kapus Astamaops Kapolri Komjen Pol Roycke Harry Langie menyatakan penugasan ini menjadi pembelajaran langsung. Selain edukasi, kegiatan ini adalah bentuk pengabdian kepada masyarakat menghadapi ancaman karhutla.
Dalam komposisi penanganan karhutla, Kepolisian Negara Republik Indonesia memberlakukan dengan Operasi Amanusa II. Operasi Amanusa II ini dikhususkan kepada penanganan bencana alam
Roycke menambahkan bahwa eskalasi karhutla menjadi dasar penggelaran Operasi Amanusa II secara terpusat. Seluruh satuan fungsi kepolisian akan dilibatkan sesuai kebutuhan operasi di lapangan.
Ketika melihat eskalasi yang ada maka sesuai perintah Bapak Kapolri, kita akan melakukan penggelaran Operasi Amanusa II. Penggelaran dilakukan secara terpusat dengan melibatkan seluruh satuan fungsi yang ada di Kepolisian
Tindak lanjut dan harapan
Setelah penugasan selesai, peserta wajib menyusun masukan berdasarkan temuan lapangan. Masukan tersebut diarahkan pada perbaikan konsep operasi, manajemen operasi, dan peningkatan kesiapsiagaan.
Panca berharap rekomendasi yang muncul dari pendekatan keilmuan dan konsep operasi dapat bermanfaat bagi Polri serta pemerintah daerah dan pusat. Dengan demikian, penanganan karhutla dapat lebih terkoordinasi dan adaptif terhadap karakteristik wilayah.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...