KAI dan Whoosh Siapkan Kereta Alternatif Dampak Erupsi Anak Krakatau
KAI dan KCIC menyiapkan layanan kereta api sebagai alternatif bagi penumpang terdampak penutupan bandara akibat sebaran abu vulkanik Anak Krakatau. Langkah itu dilakukan sejak penutupan Bandara Soekarno-Hatta dan bandara lain, sehingga terjadi peningkatan volume penumpang pada Senin, 7 September 2026.
Lonjakan penumpang di jalur kereta
Manajemen KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat lonjakan jumlah penumpang. Pada hari tersebut tercatat sekitar 51 ribu penumpang, naik 12,5 persen dari rata-rata harian 45 ribu.
“Memang setelah kita pantau ada peningkatan sekitar 12,5 persen dibandingkan hari-hari biasa. Biasanya kita melayani sekitar 45 ribu pelanggan menjadi 51 ribu pelanggan,” ujar Feni Novida, Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta.
Untuk mengantisipasi, KAI Daop 6 mengoperasikan satu perjalanan tambahan relasi Yogyakarta–Gambir yang dijadwalkan berangkat dari Stasiun Yogyakarta pukul 18.20 WIB pada hari itu.
Whoosh tetap beroperasi normal
Whoosh, layanan kereta cepat milik KCIC, dilaporkan beroperasi normal meski abu vulkanik menyebar. Operasional berjalan sebanyak 62 perjalanan per hari dengan frekuensi sekitar 30 menit antar perjalanan.
“Untuk hari ini sendiri, kita beroperasi sebanyak 62 perjalanan dan kondisi volume penumpang masih terpantau normal. Jika sewaktu-waktu ada peningkatan penumpang, ini bisa terakomodir dari perjalanan Whoosh,” kata Eva Chairunisa, General Manager Corporate Secretary KCIC.
KCIC juga menyiapkan petugas tambahan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, terutama dari Bandara Kertajati menuju stasiun terdekat di Tegalluar atau Padalarang.
Akomodasi dan koordinasi lintas moda
Kedua operator menegaskan kapasitas masih mampu menampung tambahan penumpang. KCIC membuka kemungkinan koordinasi dengan maskapai atau operator bandara untuk pengangkutan penumpang rombongan jika ada permintaan resmi.
KAI juga menyatakan siap menambah perjalanan bila grafik jalur memungkinkan. Namun penambahan harus melalui koordinasi operasional untuk menghindari gangguan pada rangkaian perjalanan lain.
“Kalau ada kereta api tambahan, itu harus melihat apakah grafik perjalanan masih memungkinkan. Kita tidak bisa serta-merta menambahkan perjalanan karena semuanya saling menyambung,” ujar Feni Novida.
Imbauan bagi penumpang
KAI mengimbau penumpang memeriksa kembali jadwal keberangkatan dan datang lebih awal ke stasiun. Penumpang juga diminta menggunakan masker dan mematuhi arahan petugas selama perjalanan untuk menjaga keselamatan.
Baik KAI maupun KCIC memastikan operasional saat ini aman dan terus memantau kondisi. Mereka akan menyesuaikan layanan jika situasi dan kebutuhan penumpang berubah.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...