Penyeberangan Merak–Bakauheni Tetap Normal Meski Erupsi Anak Krakatau
Menteri Koordinator Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)
Kondisi laut dan operasional pelayaran
AHY mengatakan permukaan air laut dan tinggi gelombang dalam dua sampai tiga hari terakhir masih berada pada batas normal. Karena itu, aktifitas pelayaran dan penyeberangan dapat dilanjutkan dengan pengawasan.
“Secara umum ini masih bisa beroperasi dengan baik karena dua sampai tiga hari terakhir tidak diindikasikan terjadi peningkatan permukaan air laut yang sangat ekstrem. Gelombang juga masih relatif dalam ukuran yang normal,”
AHY juga menambahkan bahwa tidak ditemukan indikasi potensi tsunami di perairan tersebut, sehingga operasi kapal penyeberangan tidak dihentikan.
“Tidak ada atau tidak ditemukan potensi tsunami, bisa dikatakan angkanya di bawah 50 persen. Jadi pelayaran masih bisa dilakukan, penyeberangan masih bisa dilakukan,”
Pengawasan dan keselamatan penumpang
Meskipun operasional berjalan, pemerintah menegaskan pengawasan ketat terus diberlakukan. Keselamatan menjadi faktor utama dalam keputusan operasional.
Petugas pelabuhan dan otoritas maritim diminta meningkatkan pemantauan kondisi cuaca dan perubahan permukaan laut. Keputusan penutupan atau pembatasan aktivitas akan diambil segera bila parameter bahaya berubah.
Dampak abu vulkanik dan imbauan kesehatan
Selain aspek kelautan, AHY mengingatkan masyarakat soal penyebaran abu vulkanik dari erupsi. Abu mengandung material silika yang dapat merusak mesin dan landasan pacu, serta berdampak pada kesehatan pernapasan.
Pemerintah meminta kelompok rentan lebih waspada. Kelompok yang mendapat perhatian khusus meliputi:
- Lansia
- Balita
- Orang dengan riwayat gangguan pernapasan
Imbauan menjaga kebersihan, menggunakan masker saat terpapar abu, dan segera mencari layanan kesehatan bila mengalami gangguan pernapasan tetap ditegakkan.
Situasi di Pelabuhan Merak
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi melaporkan kondisi kawasan Merak masih dalam batas normal meski abu vulkanik terlihat. Operasional penyeberangan di Pelabuhan Merak berjalan seperti biasa, namun terjadi penurunan jumlah penumpang.
“Kondisi di Merak masih belum terdampak, meski abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau terpantau. Tidak ada gejala-gejala yang di luar normal selain abu tentunya,”
“Terhadap operasional penyeberangan masih berjalan. Hanya memang terjadi penurunan jumlah penumpang,”
Pemantauan intensif akan terus dilakukan oleh otoritas terkait. Keputusan operasional berikutnya akan bergantung pada perkembangan kondisi geologi dan meteorologi.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...