BNPB: 71.274 Ha Lahan Gambut Dipadamkan di 6 Provinsi
BNPB melaporkan 71.274,29 hektare lahan gambut telah berhasil dipadamkan di enam provinsi prioritas per 7 September 2026. Saat ini sekitar 734,81 hektare masih terbakar dan terus ditangani melalui operasi darat dan udara dari basis di Jakarta.
Rangkuman luas kebakaran
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyatakan total kebakaran lahan gambut mencapai 72.008 hektare tersebar di enam provinsi. Wilayah terdampak adalah Kalimantan Barat, Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, dan Jambi.
Karena sifatnya lahan gambut, nanti ketahuannya setelah sebagian dipadamkan. Dilakukan lagi patroli dari hasil satelit pemerintah, Kementerian Kehutanan, dan BNPB.
Metode pemantauan dan pemadaman
Pemantauan titik panas didasarkan pada data satelit yang kemudian diverifikasi lewat patroli udara dan darat. BNPB menargetkan menemukan titik api baru dan bara lama yang dapat kembali membara setelah pemadaman awal.
Hotspot itu kita patroli, baik lewat udara maupun darat.
Tim gabungan melakukan patroli rutin untuk memastikan area yang tampak padam tidak menyimpan bara aktif di bawah permukaan gambut.
Provinsi terdampak dan kondisi non-gambut
Selain enam provinsi gambut, kebakaran juga tercatat di beberapa wilayah non-gambut yang memerlukan penanganan terpisah. Data BNPB menunjukkan perincian lokasi sebagai berikut:
- Kawasan IKN, Kalimantan Timur: 4.458 hektare masih dalam penanganan
- Gunung Ijen, Jawa Timur: 2,5 hektare
- Gunung Butak, Jawa Timur: 16,5 hektare
- Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat: 223,5 hektare telah dipadamkan
- TPA Putri Cempo, Solo: 4,6 hektare masih dalam proses pemadaman
Sumber daya dan strategi operasi
Guna memperkuat respon, BNPB menerjunkan 43.481 personel gabungan untuk operasi darat, patroli, dan pencegahan agar api tidak meluas. Operasi udara melibatkan 55 pesawat, terdiri dari 19 pesawat untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan 36 pesawat untuk water bombing.
Tapi kadang-kadang juga bisa naik. Karena ada titik api yang baru atau yang terbakar kemarin sudah padam itu membara lagi.
Koordinasi lintas instansi dan pengawasan satelit menjadi kunci untuk menekan angka kebakaran dan memastikan daerah yang padam tetap aman.
Impak dan langkah ke depan
Penanganan lahan gambut lebih kompleks dibanding non-gambut karena potensi bara bawah permukaan. BNPB menegaskan upaya pemadaman dan patroli akan terus dipertahankan sampai musim kemarau berakhir dan risiko kebakaran menurun.
Pemantauan berkala dan penajaman operasi di titik-titik rawan diharapkan dapat mencegah kebakaran berulang serta memperkecil dampak terhadap kualitas udara dan ekosistem setempat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...