Indonesia-Italia Perkuat Kemitraan Industri Kulit dan Alas Kaki di IFW 2026
Indonesia dan Italia menjajaki kemitraan di sektor mode, industri kulit, dan alas kaki melalui misi dagang pada BTN Indonesia Fashion Week (IFW) 2026. Pertemuan yang digelar pada akhir Juli 2026 ini bertujuan membuka akses pasar, transfer teknologi, dan peluang investasi antara pelaku kedua negara.
Misi dagang dan peserta
Misi dagang diselenggarakan oleh Italian Trade Agency (ITA) Jakarta Trade Office pada Creative Stage IFW 2026. Forum tersebut menghadirkan pelaku industri, asosiasi, serta perwakilan pemerintah dari Indonesia dan Italia untuk membahas kolaborasi yang lebih konkret.
Peserta dari pihak Italia dan Indonesia antara lain:
- ASSOMAC
- Assocalzaturifici
- SACE
- Asosiasi Persepatuan Indonesia (APRISINDO)
- Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI)
- Perwakilan sejumlah kementerian Indonesia
Garut sebagai fokus pengembangan
Delegasi Italia sebelumnya mengunjungi sentra penyamakan kulit di Garut, Jawa Barat, pada 27 Juli 2026. Kunjungan itu dimaksudkan untuk menilai potensi Garut sebagai pusat industri kulit terpadu yang menggabungkan industri, pariwisata, dan kebudayaan.
"Garut berpotensi menjadi laboratorium teritorial bagi kemitraan industri Italia–Indonesia sebagai sebuah distrik mode dan kulit. Ini bukan sekadar transfer mesin, melainkan membangun ekosistem industri secara utuh, mulai dari teknologi, keterampilan, kelembagaan, hingga investasi,"
Demikian pernyataan Direktur Jenderal ASSOMAC, Agostino Apolito, pada 29 Juli 2026.
Tren, nilai ekspor, dan dukungan pembiayaan
Perwakilan Assocalzaturifici dan MICAM Milano, Matteo Scarparo, memaparkan perkembangan industri alas kaki Italia serta kampanye "Shoes First" yang menempatkan sepatu sebagai elemen budaya dan gaya hidup.
"Sepatu bukan lagi sekadar barang terakhir yang dikenakan seseorang, melainkan hal pertama yang diingat orang lain. Ubah sepatunya, ubah pula ceritanya,"
Sementara itu, Relationship Manager SACE untuk Asia Tenggara dan Oseania, Cristina Colussi, menyampaikan bahwa nilai ekspor Italia ke Indonesia mencapai 2,25 miliar euro sepanjang 2025, naik sekitar 80 persen dari tahun sebelumnya. Untuk merespons peluang ini, SACE menawarkan skema pembiayaan Push Strategy guna memperkuat hubungan antara pemasok Italia dan pelaku usaha Indonesia.
"Indonesia adalah salah satu pasar pertumbuhan paling dinamis di Asia Tenggara bagi ekspor Italia. Basis manufaktur tekstil, kulit, dan alas kaki di sini menciptakan permintaan nyata terhadap teknologi dan material dari Italia,"
Manfaat bagi industri lokal dan tindak lanjut
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Jawa Barat APRISINDO, Henny Setiadi, menyambut baik inisiatif ini dan menilai kolaborasi dapat membantu pelaku industri naik kelas dari sisi teknologi, standar kualitas, dan akses pasar global.
"Kolaborasi dengan mitra Italia membuka peluang bagi pelaku industri alas kaki dan kulit Indonesia untuk naik kelas. Baik dari sisi teknologi, standar kualitas, maupun akses pasar global,"
Pertemuan menghasilkan rencana tindak lanjut berupa business matching, transfer teknologi, dan peluang investasi. Rangkaian kerja sama ini juga diarahkan untuk memperluas jaringan ke pameran internasional seperti Simac Tanning Tech dan MICAM Milano sebagai langkah konkret menuju integrasi rantai pasok global.
Langkah kolaborasi di IFW 2026 menjadi titik awal yang strategis untuk memperkuat posisi industri kulit dan alas kaki Indonesia di pasar internasional.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...