Kemenhub Prioritaskan Keselamatan dan Konektivitas 2027
Kementerian Perhubungan menetapkan program prioritas tahun 2027 yang menekankan keselamatan transportasi, penguatan konektivitas nasional, dan peningkatan pelayanan publik. Pengumuman itu disampaikan pada Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 17 Juni 2026. Tujuannya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan di berbagai wilayah Indonesia.
Garis besar program prioritas
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan semua program disusun untuk memperkuat sektor transportasi nasional. Fokus utama adalah meningkatkan keselamatan, menjaga konektivitas antarpulau, dan memperbaiki kualitas layanan kepada masyarakat. Langkah ini juga dipandang sebagai bagian dari strategi menjangkau wilayah terluar dan kurang terlayani.
“Seluruh program dan kegiatan yang kami rancang untuk tahun depan diarahkan untuk meningkatkan keselamatan transportasi, menjaga konektivitas nasional, hingga memperkuat pelayanan publik. Tujuan lainnya adalah untuk mendukung agenda pertumbuhan ekonomi serta pemerataan pembangunan sesuai prioritas nasional,”
Transportasi darat
Di sektor darat, pemerintah memprioritaskan penerapan Zero ODOL serta peningkatan keselamatan jalan. Selain itu, program akan menargetkan penanganan lokasi rawan kecelakaan dan pengembangan layanan angkutan keperintisan. Upaya ini bertujuan menurunkan angka kecelakaan dan memperlancar distribusi barang dan orang antarwilayah.
- Dukungan pelaksanaan Zero ODOL
- Peningkatan keselamatan jalan dan perbaikan titik rawan kecelakaan
- Layanan angkutan keperintisan untuk wilayah terpencil
Transportasi laut
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut akan memfokuskan program pada keselamatan dan keamanan pelayaran. Peningkatan infrastruktur di pelabuhan serta penguatan konektivitas laut menjadi bagian penting. Layanan angkutan laut keperintisan juga dipertahankan untuk memastikan akses bagi pulau-pulau kecil.
Transportasi udara
Sektor penerbangan diprioritaskan untuk pemenuhan fasilitas keselamatan dan keamanan penerbangan nasional. Pengawasan dan pengendalian aspek teknis serta operasional menjadi titik perhatian. Selain itu, layanan angkutan udara keperintisan tetap dipertahankan untuk menjaga aksesibilitas daerah yang belum terlayani optimal.
Dampak dan prospek
Pemerintah berharap program prioritas 2027 ini memperkuat konektivitas antarwilayah dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Peningkatan keselamatan juga diharapkan mengurangi angka kecelakaan dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap moda transportasi. Ke depan, efektivitas program akan dinilai dari capaian keselamatan, keterjangkauan layanan, dan pemerataan akses antarwilayah.
Berita Terkait
DPR: Pengabdian Eks KSAL Achmad Sutjipto Layak Jadi Teladan
Mantan KSAL Laksamana (Purn) Achmad Sutjipto wafat 18 Juni 2026; DPR memuji pengabdiannya dan menilai layak...
Mensos Targetkan Sekolah Rakyat Tampung 400 Ribu Siswa pada 2029
Mensos Saifullah Yusuf menargetkan Sekolah Rakyat menampung lebih dari 400.000 siswa pada 2029, dari 45.000...
Korban Tewas Gempa Sulawesi Tengah Jadi Tiga, Ribuan Terdampak
Tiga orang tewas dan 6.412 jiwa terdampak gempa magnitudo 6,7 di Sulawesi Tengah pada 16 Juni 2026; ribuan r...
Kementerian PU: Jembatan Palu 1 dan 4 Aman Setelah Gempa
Kementerian PU memastikan Jembatan Palu 1 dan 4 aman dipakai setelah gempa 16 Juni 2026; tidak ditemukan ker...
Gempa M6,7 Guncang Sulawesi Tengah: Fakta, Dampak, dan Mitigasi
Gempa M6,7 mengguncang Sulawesi Tengah 16 Juni 2026; tak berpotensi tsunami namun menimbulkan kerusakan, pul...
Regenerasi Kepemimpinan TNI Diperkuat Lewat Sertijab Strategis
TNI melaksanakan sertijab strategis di Mabes TNI, Cilangkap pada 17 Juni 2026 sebagai bagian dari regenerasi...