Saleh Mukadar Usul Kembalikan Arah Negara ke Semangat UUD 1945
Surabaya — Politisi senior PDI Perjuangan, Saleh Ismail Mukadar, mengusulkan agar arah kehidupan berbangsa dan bernegara dikembalikan pada semangat Undang-Undang Dasar 1945 sebelum amandemen. Usulan itu disampaikan saat tasyakuran relokasi Kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Timur dan refleksi 30 tahun peristiwa Kudatuli pada Minggu, 26 Juli 2026, di Jalan Jemur Andayani, Surabaya.
Usulan kembali ke semangat UUD 1945
Saleh menyatakan perubahan pasca-amandemen membuat arah penyelenggaraan negara menjadi kabur. Ia menilai kembalinya semangat konstitusi asli penting untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan sebagai pedoman bernegara.
"Satu cara untuk kita bisa kembali lagi agar arah bernegara menjadi jelas, menurut saya adalah kembali ke Undang-Undang Dasar 1945. Sehingga nilai-nilai yang menjadi pedoman berbangsa dapat kembali utuh," tegas Saleh.
Ancaman politik masa kini
Dalam refleksinya, Saleh menilai tantangan politik saat ini lebih kompleks dibandingkan era Orde Baru. Ia mengatakan lawan tidak lagi selalu terlihat, melainkan muncul dalam bentuk praktik yang merusak sistem politik.
- Pragmatisme
- Korupsi
- Nepotisme
"Musuh terbesar kita hari ini adalah pragmatisme. Musuh terbesar kita adalah korupsi dan nepotisme," ujar Saleh.
Saleh juga mengaitkan perubahan sistem pemilu menjadi sistem suara terbanyak dengan meningkatnya politik uang. Menurutnya, orientasi perjuangan politik menjadi bergeser ketika praktik pragmatisme merajalela.
Kudatuli dan memori perjuangan
Pada kesempatan yang sama, Saleh mengenang peristiwa 27 Juli 1996 (Kudatuli) sebagai salah satu puncak kekerasan penguasa yang menjadi bagian penting menuju Reformasi 1998. Ia menyebut peristiwa itu membuka jalan bagi kelahiran PDI Perjuangan dan gelombang aksi di sejumlah daerah, termasuk Surabaya.
"Peristiwa 27 Juli itu adalah puncak daripada keberutalan penguasa dan juga merupakan bagian terpenting daripada Reformasi 98," ujarnya.
Dengan mengaitkan pengalaman sejarah dan kondisi sekarang, Saleh mendorong kader serta publik untuk menguatkan kembali nilai-nilai kebangsaan sebagai pijakan bersama. Usulan kembalinya semangat UUD 1945 diharapkan menjadi titik tolak diskusi lebih luas tentang arah penyelenggaraan negara ke depan.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
30 Tahun Kudatuli, Doding Rahmadi Ingatkan Kader Bela Wong Cilik
Doding Rahmadi minta kader menjadikan peringatan 30 tahun Kudatuli sebagai pengingat untuk menjaga semangat...
PDI Perjuangan Magetan Peringati 30 Tahun Tragedi Kudatuli
PDI Perjuangan Magetan memperingati 30 tahun Tragedi Kudatuli pada 26 Juli 2026, menegaskan pentingnya menja...
Teatrikal Peringatan Kudatuli: Asap dan Aksi Reenaksi di Sidoarjo
DPC PDI Perjuangan Sidoarjo menggelar teatrikal peringatan Kudatuli 26 Juli 2026, menampilkan rekonstruksi k...
PDI Perjuangan Lumajang Peringati Kudatuli dan Tegaskan Komitmen Demokrasi
DPC PDI Perjuangan Lumajang peringati Kudatuli 26 Juli 2026 dengan dialog, renungan, puisi, dan film; menega...
PDI Perjuangan Bojonegoro Gelar Refleksi Kudatuli 1996
DPC PDI Perjuangan Bojonegoro menggelar refleksi Kudatuli 1996 pada 26 Juli 2026 untuk mengenang peristiwa d...
PDI Perjuangan Magetan Peringati Kudatuli dengan Renungan dan 27 Lilin
DPC PDI Perjuangan Magetan menggelar renungan dan penyalaan 27 lilin pada 26 Juli 2026 untuk mengenang Kudat...