Lokal

Polda Sumut: Penyusutan dan Keterlambatan Jadi Penyebab Kelangkaan BBM

Bagikan:
Antrian kendaraan di SPBU akibat kelangkaan BBM di Sumatera Utara

MEDAN — Polda Sumatera Utara menyatakan penyusutan volume saat pengangkutan dan keterlambatan pengiriman menjadi penyebab antrean BBM di SPBU beberapa hari terakhir. Pernyataan itu disampaikan Karo Ops Polda Sumut, Kombes Pol Dwi Tunggal Jaladri, usai rapat koordinasi pada Kamis (15/7).

Penyebab kelangkaan menurut polisi

Jaladri menjelaskan, pengukuran internal menunjukkan ada selisih antara volume yang dikirim Pertamina dan volume yang sampai di SPBU. Selain itu, waktu pengiriman yang semestinya sekitar dua jam kini kadang menjadi dua setengah jam.

"Di dalam pengukuran kemarin dari Ibu Eryana ... antara T1 dan T2 yang dikirim oleh Pertamina sampai di SPBU itu terjadi penyusutan. Dan juga keterlambatan, estimasi pengiriman yang selayaknya dua jam, ini terjadi kelambatan menjadi dua setengah jam,"

Akibat keluhan dari pemilik SPBU, lanjutnya, Pertamina memutus hubungan kerja dengan sejumlah Awak Muatan Transportir (AMT) sebagai penyedia angkutan.

Hasil rapat koordinasi

Rapat koordinasi dipimpin Polda Sumut bersama perwakilan Pertamina Sumbagut dan unsur pemerintahan daerah. Hadir pula Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumut dan Binda Sumut.

  • Polda Sumut
  • Pertamina Sumbagut
  • Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumut
  • Binda Sumut

Menurut Jaladri, dari laporan Pertamina stok BBM di wilayah cukup sehingga masyarakat tidak perlu khawatir. Pertamina juga berupaya segera mengembalikan pelayanan normal di SPBU.

Penyelidikan dan imbauan polisi

Karo Ops menegaskan pihaknya masih menyelidiki penyebab pasti terjadinya penyusutan pada saat pengiriman. Ia meminta masyarakat dan pelaku usaha melaporkan dugaan kecurangan agar aparat bisa menindaklanjuti.

"Itu masih kita selidiki dan kami sampaikan apabila memang ada kejadian segera lapor ke polisi agar kita bisa menyelidiki,"

Jaladri juga menyebut kemungkinan masalah terjadi pada internal pihak transportir atau SPBU, sehingga belum semua pihak membuat laporan resmi ke kepolisian.

Antisipasi antrean di SPBU

Untuk mengurangi antrean, Pertamina meminta bantuan Polda Sumut untuk memberdayakan personel Polri sebagai pengemudi truk tangki BBM. Belasan personel dilatih mengendarai truk fuso dan ditugaskan mengantar BBM ke SPBU serta mengisi truk di depo Pertamina.

Jaladri menegaskan personel yang dikerahkan sudah mengikuti pelatihan dan memenuhi kualifikasi mengemudi kendaraan angkutan BBM.

Kesimpulan: Polda Sumut mengaitkan antrean BBM di SPBU dengan penyusutan saat pengangkutan dan keterlambatan distribusi. Penyelidikan masih berjalan, sementara langkah antisipasi termasuk pemanfaatan personel Polri sebagai driver truk tangki.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait