Bobby Nasution Pastikan Pembangunan Jembatan Mo'awo Dimulai Tahun Ini
Gunungsitoli, 15 Juli — Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meminta seluruh masyarakat mengawal proyek strategis pembangunan Jembatan Sungai Mo'awo di Jalan Yos Sudarso, Gunungsitoli. Proyek itu dipastikan mulai dikerjakan tahun ini untuk mencegah keterlambatan berulang dan menjaga keselamatan pengguna jalan.
Peninjauan lapangan dan kondisi jembatan
Dalam peninjauan Rabu (15/7), gubernur melihat kerusakan parah pada lantai jembatan yang selama ini menyebabkan kemacetan dan membahayakan lalu lintas. Kunjungan itu juga menjadi forum dialog antara pemerintah dan warga setempat.
Bobby didampingi Wali Kota Gunungsitoli Sowa’a Laoli, Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu, serta pimpinan OPD terkait saat meninjau lokasi.
Jadwal pengerjaan dan komitmen pemerintah
Pembangunan sempat tertunda akibat kendala tahun lalu, namun gubernur menegaskan pekerjaan akan dimulai tahun ini. Ia meminta dukungan penuh agar proyek berjalan lancar.
"Saya tahu ini kondisinya sudah memprihatinkan, makanya tahun ini segera kita kerjakan. Saya minta dukungan dari semuanya, agar ini berjalan lancar," ujar Bobby Nasution.
Dampak terhadap warga dan solusi sementara
Jembatan Sungai Mo'awo merupakan jalur utama penghubung Kota Gunungsitoli dan Kabupaten Nias Utara. Kerusakan berdampak langsung pada mobilitas lintas wilayah dan perekonomian lokal.
Sejumlah warga khawatir proses konstruksi mengganggu usaha dan mata pencaharian. Menanggapi itu, gubernur menegaskan pembangunan menyangkut kepentingan luas dan tidak boleh terhambat oleh kepentingan segelintir pihak.
"Saya tidak berfikir untuk satu orang, tetapi ini kepentingan masyarakat luas. Jadi jangan karena oknum tertentu, urusan publik terhalang," tegasnya.
Bobby membuka opsi solusi untuk warga terdampak, termasuk jalur alternatif sementara selama masa pengerjaan, agar aktivitas ekonomi tidak terganggu.
Fasilitas pendukung nelayan dan kajian teknis
Selain jembatan, gubernur menerima aspirasi terkait fasilitas nelayan. Ia memerintahkan OPD melakukan kajian teknis bersama pemerintah daerah dan perwakilan nelayan sebelum realisasi.
- Rencana pembangunan tempat pelelangan ikan (TPI)
- Pendirian dermaga perahu nelayan
- Pembangunan pemecah ombak dan sarana tambat kapal
Gubernur juga mempertimbangkan pembentukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Kelautan dan Perikanan di Gunungsitoli untuk mempermudah pelayanan administrasi kapal nelayan di atas 5 GT dan penanganan rekomendasi BBM solar bersubsidi.
Penutup: harapan percepatan pembangunan
Kepala Desa Saewe, Martonlis Telaumbanua, menyambut baik kehadiran gubernur dan berharap pengerjaan jembatan serta fasilitas pendukung dapat mempercepat pembangunan infrastruktur dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kepulauan Nias.
Dengan dimulainya konstruksi tahun ini, pemerintah daerah dan pusat dituntut menjaga kelancaran proyek serta menyediakan solusi bagi warga terdampak agar manfaat pembangunan dapat dirasakan luas.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Bupati Pimpin Gotong Royong Tiga Hari di Tanjungtiram untuk Kebersihan
Bupati Batubara pimpin gotong royong tiga hari di Tanjungtiram (18–20 Sep 2026) melibatkan Forkopimda, TNI,...
Batubara Siapkan Tanam 16.000 Pohon Aren, Potensi Nira dan Gula Aren
Bupati Batubara kunjungi penangkaran aren dan rencanakan penanaman 16.000 pohon untuk kembangkan nira dan gu...
ASN Batubara Gelar Upacara Hari Kesadaran Nasional 17 September 2026
ASN Pemkab Batubara menggelar upacara HKN pada 17 September 2026 untuk menegaskan disiplin, profesionalisme,...
BKAD Tapanuli Utara dan IT Del Uji Coba SIKAT-BENCANA
BKAD Tapanuli Utara bersama IT Del menguji prototipe SIKAT-BENCANA untuk mempercepat pengelolaan BTT dan pen...
Kontainer Alkes Tiba di RSUD Sabang, Status Kontrak di Inaproc Disorot
Kontainer alkes tiba di RSUD Sabang (19/9) meski ada klaim pembatalan kontrak; penyedia mengacu pada status...
Ratusan Warga Aceh Besar Terima Beras Bulog, 39 Nama Hilang dari Data
Ratusan warga Aceh Besar menerima beras Bulog periode Juli–September 2026; 39 nama hilang dari data sementar...