Kelangkaan BBM Partalite di Binjai: Antrean Panjang Ganggu Ojol dan Becak
Binjai — Kelangkaan bahan bakar minyak subsidi jenis Partalite dan Solar memicu antrean panjang di sejumlah SPBU di Binjai hingga Selasa (14/7). Para pengemudi ojek online (ojol) dan abang becak mengeluhkan sulitnya mendapatkan BBM, bahkan di SPBU yang stoknya kosong antrean tetap memadati lokasi.
Antrean di SPBU hingga ke jalan
Di SPBU Jalan Jamin Ginting, Binjai Selatan, barisan kendaraan roda dua dan tiga mengular sampai ke badan jalan. Kondisi ini terjadi meski pengendara mengetahui stok Partalite di SPBU tersebut sedang kosong.
Seorang abang becak yang ditemui mengatakan ia rela menunggu hingga bahan bakar datang demi mendapatkan BBM. Ia mengaku sudah menunggu selama dua jam dan sampai menunda makan siang.
"Gimana lagi, pergi pun ke SPBU lain belum tentu dapat. Bagus nunggu sampai minyak datang,"
"Belum ada kabar kapan minyaknya datang. Kalau sudah gini, sampai besok pagi pun saya tunggu. Karena kalau tidak ditunggu, gitu minyak masuk, mau antrean pun susah,"
Dampak ke aktivitas pengemudi
Driver ojol juga merasakan dampak langsung. Ibrahim, seorang pengemudi, menyatakan kelangkaan membuat aktivitas kerja terganggu karena sulit memperoleh Partalite.
"Kalau di eceran harga Partalite sudah Rp15.000 per liter dan Partamax Rp20.000 per liter. Mau tak mau harus dibeli, daripada tidak bisa kerja,"
Ibrahim menilai pembelian di eceran menjadi pilihan terpaksa untuk menjaga penghasilan hariannya. Biaya operasional pun membengkak karena harga eceran jauh di atas harga subsidi.
Kritik terhadap penjelasan distribusi
Ibrahim mempertanyakan alasan yang beredar terkait keterbatasan truk tangki dalam pendistribusian BBM saat ini. Menurutnya, penjelasan tersebut tidak logis mengingat momen kelangkaan terjadi bersamaan dengan dimulainya tahun ajaran baru.
"Masa iya truk tangki mereka saat ini terbatas. Alasan itu tak masuk akal,"
"Kenapa ini terjadinya saat semua masyarakat lagi sibuk antar jemput anak ke sekolah. Kenapa tidak terjadi saat libur sekolah,"
Harapan pengemudi dan kebutuhan penjelasan
Pengemudi berharap pihak terkait segera memberi penjelasan dan menyelesaikan masalah distribusi BBM. Mereka meminta kepastian pasokan agar aktivitas ekonomi dan mobilitas warga tidak terus terganggu.
"Kalau begini terus tanpa kepastian, jelas semua kalangan kesulitan dan bingung. Yang pasti, hidup saat ini sudah sulit, jangan lagi ditambah sulit dengan kelangkaan BBM seperti ini,"
Jika pasokan tidak segera pulih, potensi antrean panjang dan pembelian eceran dengan harga tinggi bisa berlanjut, menambah beban bagi pekerja harian seperti ojol dan abang becak.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
DPRA Setujui Qanun Pertanggungjawaban APBA 2025, Catat Surplus Rp47,35 Miliar
DPRA menyetujui Rancangan Qanun Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBA 2025; realisasi pendapatan Rp10,70 trili...
Simulasi Mitigasi Bencana: 800 Santri Latihan Gempa di Dayah DQA
Dayah Darul Quran dan BPBD Aceh Besar menggelar simulasi gempa dan kebakaran pada 27/8, diikuti 800 peserta...
Kerang Rebus Idola Viral, Pengunjung Puas di Serdang Bedagai
Pengunjung di Serdang Bedagai puji cita rasa dan sambal Kerang Rebus Idola; UMKM setempat didorong ikut berk...
Sumut Luncurkan Kampung Kreatif Sumut Berkah Rp5–50 Miliar
Pemprov Sumut mencanangkan KKSB dengan bantuan Rp5–50 miliar per kawasan mulai 2027; mekanisme dan sumber da...
Askrida Syariah Setor Zakat Rp100 Juta ke Baitul Mal Aceh
PT Askrida Syariah menyerahkan zakat Rp100 juta ke Baitul Mal Aceh pada 28 Agustus, disertai rencana sinergi...
Pemuda Sumut Pertanyakan Nasib Lahan Eks Konsesi TPL dan Torganda
Pemuda Sumut mempertanyakan pengelolaan lahan bekas konsesi TPL (167.912 ha) dan PT Torganda (47.000 ha) pas...