Kebakaran KN SAR Ramawijaya di Muara Baru, 10 ABK Selamat
KN SAR Ramawijaya yang sedang menjalani perawatan di galangan Muara Baru, Jakarta Utara, dilaporkan terbakar pada Rabu malam, 22 Juli 2026. Insiden terjadi sekitar pukul 18.40 WIB dan memicu evakuasi seluruh personel di lokasi. Sebanyak 10 anak buah kapal berhasil keluar tanpa luka, sementara penyebab kebakaran masih diselidiki.
Kronologi singkat
Kebakaran terdeteksi saat kapal berada dalam tahap perbaikan atau docking tahunan. Menurut Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, beberapa ABK tetap berada di lokasi untuk mengawasi pekerjaan sebagai wakil pemilik kapal saat kejadian.
Kapal memang sedang dalam perbaikan di galangan ini, masih dalam pekerjaan. Ada beberapa ABK yang melakukan pekerjaan untuk mengawasi sebagai pemilik kapal.
Pemberitahuan awal masuk sekitar pukul 18.40 WIB setelah adanya percikan api. Setelah percikan terlihat, semua personel di area langsung berusaha menyelamatkan diri dan menjauh dari lokasi kebakaran.
Informasi yang kami dapatkan bahwa tadi sekitar pukul 18.40 WIB itu terjadi ada percikan api. Kemudian dari tim kita juga langsung menyelamatkan diri.
Penanganan di lokasi
Petugas gabungan dari dinas terkait segera dikerahkan untuk memadamkan api dan mencegah perluasan kebakaran ke kapal lain maupun fasilitas galangan. Upaya pemadaman berfokus pada pengendalian api dan pendinginan bagian yang terdampak.
Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara mengonfirmasi pengerahan personel dan armada pemadam. Kepala Seksi Operasi Suku Dinas setempat, Gatot Sulaeman, merinci upaya penanganan.
Sebanyak 14 unit mobil damkar beserta 70 personel dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api. Saat ini situasi masih dalam tahap pendinginan.
Status korban dan penyidikan
Semua 10 ABK yang berada di area galangan berhasil dievakuasi dan dilaporkan selamat tanpa mengalami luka. Tidak ada laporan korban jiwa ataupun kebutuhan penanganan medis serius sampai informasi terakhir.
Penyebab awal kebakaran belum dapat dipastikan. Pihak kepolisian bersama instansi terkait masih melakukan penyelidikan untuk menentukan titik sumber api dan faktor penyebabnya.
Dampak dan kondisi saat ini
Kapal tersebut dimiliki oleh Basarnas Mentawai dan sedang menjalani perawatan rutin. Proses pemadaman dan pendinginan diarahkan untuk mengurangi risiko kerusakan pada kapal dan fasilitas galangan di sekitarnya.
Sampai keterangan lebih lanjut diumumkan, akses ke area kejadian dikendalikan oleh petugas untuk mendukung proses investigasi dan memastikan keselamatan publik.
Catatan: Informasi yang disampaikan berdasarkan pernyataan resmi instansi terkait dan laporan situasi di lokasi peristiwa.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Patrialis: Sengketa Pilpres 2024 Seharusnya Sudah Kedaluwarsa
Patrialis Akbar menilai permohonan sengketa Pilpres 2024 yang diajukan 2026 telah kedaluwarsa dan seharusnya...
45 Ucapan Rayakan HUT ke-81 TNI (5 Okt 2026)
Kumpulan 45 ucapan untuk menyambut HUT ke-81 TNI pada 5 Oktober 2026, siap dipakai sebagai caption dan pesan...
Rangkaian Lengkap HUT ke-81 TNI di Mabes TNI Cilangkap
Puncak HUT ke-81 TNI digelar di Mabes TNI Cilangkap pada 5 Oktober 2026, mencakup upacara, penganugerahan, s...
30 Link Twibbon HUT ke-81 TNI 2026 dan Cara Pasang
Kumpulan 30 link Twibbon HUT ke-81 TNI 2026 dan panduan singkat memasangnya untuk disebar di media sosial.
HUT ke-81 TNI 2026: Tema dan Unduh Logo Resmi
TNI merilis tema HUT ke-81 dan menyediakan logo serta materi publikasi resmi yang bisa diunduh untuk poster,...
Menkomdigi: 4,1 Juta Konten Judi Online Ditangani
Menkomdigi Meutya Hafid ungkap 4,1 juta konten judi online ditangani, mayoritas situs/IP berasal dari luar n...