Lokal

Kapolda Pastikan Keamanan Investasi di Aceh untuk Investor

Bagikan:
Kapolda Aceh menjamin keamanan investasi bagi investor di Aceh

Banda Aceh — Kepala Kepolisian Daerah Aceh, Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, memastikan keamanan dan kenyamanan investor yang menanamkan modal di Aceh. Pernyataan itu disampaikan Selasa malam (23/6) di Banda Aceh untuk menepis kekhawatiran terkait investasi migas pada Blok Andaman.

Jaminan langsung dari Kapolda

Kapolda menawarkan akses langsung bagi calon investor untuk memverifikasi kondisi keamanan di Aceh. Ia menegaskan dukungan Polda terhadap program pembangunan Pemerintah Aceh.

"Saya perlu menjamin itu untuk menepis isu-isu miring tentang Aceh. Jika perlu setiap investor silahkan ke Polda Aceh untuk memastikan sendiri," ujar Kapolda Marzuki.

Rapat Blok Andaman dan kekhawatiran investor

Pernyataan Kapolda merespons pertanyaan soal keamanan investasi yang muncul dalam rapat migas Blok Andaman. Rapat dipimpin Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir Syamaun, dan berlangsung di ruang rapat Sekda Aceh pada Selasa pagi (23/6).

Peserta rapat antara lain anggota DPR Aceh, SKPA, staf ahli gubernur, guru besar migas, dan pakar migas. Mereka mengapresiasi upaya Gubernur Muzakir Manaf untuk memproses hasil migas Blok Andaman di fasilitas Kek Arun, Lhokseumawe.

"Kita wajib membantu beliau. Gubernur berjuang untuk ekonomi Aceh," kata Prof. Dr. Jasman J. Maruf, akademisi Universitas Syiah Kuala.

Isu keamanan sebagai alasan pemrosesan lepas pantai

Dalam beberapa pertemuan Tim Plan of Development (PoD) Lapangan Gas Tengkulo dengan SKK Migas dan Mubadala Energy, pihak investor mempertanyakan aspek keamanan dan kenyamanan di daratan Aceh. Menurut tim PoD Pemerintah Aceh, kekhawatiran itu kerap digunakan sebagai alasan untuk memproses migas di tengah laut.

"Aman dan nyaman itu satu kesatuan. Mereka mempersoalkannya dan menjadikannya sebagai alasan untuk proses migas di tengah laut," ujar Prof. Dr. Mahidin dari Tim PoD Pemerintah Aceh.

Ketua Komisi III DPR Aceh, Aisyah Ismail, menyebut kekhawatiran itu berlebihan dan memberi contoh operasi Medco di hutan Aceh Timur sebagai bukti kondisi stabil bagi kegiatan hulu migas.

"Terlalu mengada-ada. Buktinya, Medco beroperasi di sektor hulu migas di tengah hutan Aceh Timur. Mereka aman tenteram di sana," kata Aisyah Ismail.

Data menunjang klaim keamanan

Pihak provinsi dan kepolisian menyatakan klaim keamanan Aceh didukung data institusi kredibel, termasuk Indeks Demokrasi dan Keamanan Sosial (IDSD) 2025 yang diterbitkan Badan Riset dan Inovasi Nasional dan skor dari Goodstats. Kapolda menegaskan data tersebut menjadi dasar bahwa Aceh layak menjadi lokasi investasi.

"Tak perlu meragukannya. Polda Aceh mendukung program pembangunan Pemerintah Aceh," kata Kapolda Marzuki.

Jaminan keamanan dari aparat dan dukungan akademisi diharapkan meredam keraguan investor dan mendorong pemrosesan migas yang memberi nilai tambah bagi ekonomi Aceh, khususnya upaya memproses hasil Blok Andaman di daratan provinsi.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait