Karhutla Meluas di Gunung Rinjani, 977,74 Ha Terdampak
Karhutla di Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Lombok Utara, NTB, semakin meluas. Luas area terdampak diperkirakan mencapai 977,74 hektare setelah kebakaran pertama terdeteksi pada 22 September 2026 di Bukit Setampol.
Kronologi dan luasan terdampak
Kebakaran awalnya terpantau pada Selasa, 22 September 2026 di Bukit Setampol. Api kemudian merembet ke Puncak Sangkareang serta kawasan Resort Torean dan Senaru. Angka luasan masih bersifat sementara dan akan diperbarui.
"Angka tersebut masih merupakan estimasi sementara dan akan terus diperbarui berdasarkan hasil pemantauan lapangan dan dokumentasi udara menggunakan drone. Serta verifikasi batas areal terdampak setelah kondisi di lapangan memungkinkan," kata Astekita, Sabtu 26 September 2026, malam.
Upaya pemadaman
Sebanyak 80 personel gabungan telah dikerahkan untuk memadamkan titik-titik kebakaran. Tim ditempatkan dari Bukit Setampol di jalur pendakian Torean hingga Pos 3 serta Pelawangan Senaru dan Puncak Sangkareang.
- Bukit Setampol (lokasi awal)
- Puncak Sangkareang
- Resort Torean
- Senaru (Pos 3 dan Pelawangan)
Kendala di lapangan
Proses pemadaman menghadapi beberapa hambatan yang memperlambat penanganan. Angin kencang menyebabkan api bergerak cepat dan memperluas area terdampak. Vegetasi yang terbakar didominasi oleh savana pegunungan, semak, dan rumput yang sangat kering.
"Selain itu, lokasi kebakaran berada pada medan pegunungan yang jauh, terjal, dan sulit dijangkau. Sehingga mobilisasi personel, peralatan, dan logistik membutuhkan waktu serta tenaga yang cukup besar," ujar Astekita.
Tim juga memanfaatkan dokumentasi udara melalui drone untuk memetakan batas areal terdampak. Verifikasi akhir masih menunggu kondisi lapangan yang lebih aman untuk akses langsung.
Dampak dan langkah selanjutnya
Selain kerusakan vegetasi, kebakaran di kawasan TNGR berpotensi mengganggu habitat satwa dan jalur pendakian. Tim pemadam berfokus pada pengendalian front api dan pengamanan titik panas untuk mencegah perluasan lebih lanjut.
Pembaruan data luasan akan disampaikan setelah verifikasi lapangan selesai dan peta hasil dokumentasi udara diolah. Upaya mitigasi jangka panjang memerlukan koordinasi lebih luas antara pengelola taman, petugas pemadam, dan pemangku kepentingan setempat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Fadli Zon Kenang Guruh Soekarnoputra, Maestro Seni Wafat
Fadli Zon menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Mohammad Guruh Soekarnoputra (73) pada 26 Sept 2026, menge...
Prabowo Bentuk Tim Khusus untuk Pendidikan Negeri Gratis
Presiden Prabowo membentuk tim khusus dipimpin Menko PMK untuk mengkaji anggaran pelaksanaan pendidikan nege...
Polda Metro Siapkan Rekayasa Lalu Lintas untuk Aksi 24 September
Polda Metro Jaya siapkan rekayasa lalu lintas situasional dan jalur alternatif pada 24 September 2026 untuk...
Komisi VII Dorong Penguatan Kendaraan Listrik untuk Kemandirian Transportasi
Komisi VII mendorong percepatan produksi kendaraan listrik guna kurangi ketergantungan bahan bakar fosil dan...
Prabowo Pantau Penanganan Karhutla di Kalimantan dan Sumatra
Presiden Prabowo memimpin rapat penanganan karhutla (23 Sep 2026); total lahan terbakar 1.212,52 ha, 209,78...
Guru Non-ASN Bisa Ikut Tes PNS atau PPPK pada 2027
Guru non-ASN diberi kesempatan ikut tes PNS atau PPPK pada 2027; bila tidak lulus, tetap digaji melalui Dana...