KAI Services Terapkan Smart Cleaning di Stasiun Kereta
KAI Services mulai mengoperasikan teknologi Smart Cleaning ramah lingkungan di sejumlah stasiun pada Senin, 27 Juli 2026. Langkah ini bertujuan mengurangi limbah, menekan konsumsi air, dan meningkatkan efisiensi operasional untuk memberi pengalaman perjalanan yang lebih bersih bagi penumpang.
Implementasi teknologi dan tujuan
Perusahaan menggunakan mesin pembersih modern produksi Resclean untuk memperbaiki standar kebersihan stasiun. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen KAI Services terhadap pengurangan limbah dan pembangunan berkelanjutan.
Dengan penerapan teknologi, manajemen berharap tugas petugas lapangan lebih cepat dan hasil pembersihan lebih konsisten di seluruh jaringan stasiun.
Jenis mesin dan lokasi operasional
KAI Services mengoperasikan beberapa tipe perangkat sesuai kebutuhan area stasiun. Berikut pembagian penggunaannya:
- Ride-on Scrubber — digunakan di Stasiun Gambir, Pasar Senen, Jatinegara, Purwokerto, Solo Balapan, dan Yogyakarta.
- Automatic Scrubber — difungsikan secara fleksibel di Stasiun Cikoko, Jatimulya, Dukuh Atas, Harjamukti, Tanah Abang, dan Bekasi.
- Floor Polisher High Speed — memberikan hasil kilap maksimal di Gambir, Pasar Senen, Solo Balapan, dan Purwokerto.
Manfaat operasional dan efisiensi
Menurut rilis operasional yang disampaikan manajemen, penggunaan mesin pembersih modern mampu menghemat penggunaan air dan meningkatkan efisiensi energi. Hal ini berdampak langsung pada kecepatan kerja petugas serta konsistensi kebersihan area publik.
Selain efisiensi, teknologi juga dirancang memberi kenyamanan lebih kepada penumpang melalui lantai dan fasilitas stasiun yang lebih rapi dan aman.
Pernyataan narasumber
Vice President Corporate Secretary KAI Services, Ixfan Hendriwintoko, menyoroti keuntungan penggunaan teknologi tersebut bagi operasional sehari-hari.
"Semoga dengan hadirnya mesin pembersih dengan teknologi Smart Cleaning ini selain bisa membersihkan lingkungan stasiun dengan lebih efisien juga dapat memberikan kesan dan pengalaman yang menyenangkan bagi penumpang," ujar Ixfan.
Petugas kebersihan lapangan, Dedi Setiawan, turut memberi tanggapan soal penerapan alat baru.
"Pekerjaan jadi lebih cepat dan hasilnya lebih maksimal," kata Dedi.
Dampak lingkungan dan kaitan dengan SDGs
Inovasi Smart Cleaning diklaim ramah lingkungan karena mengurangi pemakaian air dan menekan dampak lingkungan dari operasi kebersihan. Dengan demikian, langkah ini mendukung pencapaian beberapa tujuan Sustainable Development Goals terkait kebersihan dan penggunaan sumber daya yang lebih efisien.
Prospek dan pengembangan
KAI Services menyatakan akan memonitor efektivitas mesin secara berkala dan menyesuaikan penerapan berdasarkan kebutuhan tiap stasiun. Pemantauan ini penting untuk memastikan manfaat lingkungan dan operasional tercapai secara berkelanjutan.
Pengoperasian teknologi Smart Cleaning menjadi salah satu bentuk transformasi layanan publik yang mengedepankan efisiensi, kenyamanan penumpang, dan tanggung jawab lingkungan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...