Disdukcapil Aceh Besar Gelar Layanan Jemput Bola di Lhoong
Disdukcapil Kabupaten Aceh Besar menggelar layanan jemput bola administrasi kependudukan di UDKP Kecamatan Lhoong, Aceh Besar, Rabu (29/7). Kegiatan ini bertujuan mendekatkan layanan kepada warga agar dokumen kependudukan lebih mudah diakses. Antusiasme masyarakat terlihat sejak pembukaan layanan pagi hari.
Layanan yang disediakan
Pada kegiatan lapangan tersebut Disdukcapil menyediakan berbagai layanan adminduk. Pelayanan diberikan langsung di lokasi sehingga mengurangi kebutuhan perjalanan jauh ke kantor.
- Perekaman dan pencetakan KTP elektronik;
- Penerbitan Kartu Keluarga (KK);
- Penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA);
- Penerbitan akta kelahiran dan akta kematian;
- Percepatan akses Identitas Kependudukan Digital (IKD);
- Layanan administrasi kependudukan lainnya.
Tujuan dan pernyataan pejabat
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Aceh Besar, Rahmad Sentosa, menegaskan layanan ini untuk memastikan setiap warga mendapat hak atas dokumen kependudukan. Ia menyatakan upaya ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat sehingga mereka tidak perlu menempuh perjalanan jauh untuk mengurus dokumen kependudukan. Ini adalah bentuk komitmen Disdukcapil Aceh Besar dalam memberikan pelayanan yang mudah, cepat, dan membahagiakan masyarakat,"
Respons masyarakat dan evaluasi lapangan
Masyarakat Lhoong terlihat antusias memanfaatkan layanan sejak pagi. Kehadiran pelayanan lapangan dinilai sangat membantu, terutama bagi warga yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan di Jantho.
"Sejak pagi, masyarakat terlihat antusias untuk mengurus berbagai dokumen tanpa harus datang ke kantor Disdukcapil di Jantho. Kehadiran layanan jemput bola ini sangat membantu,"
Rencana kelanjutan
Disdukcapil menyatakan akan melanjutkan program jemput bola ke berbagai kecamatan lain sebagai upaya pemerataan akses layanan. Targetnya adalah meningkatkan kepemilikan dokumen kependudukan dan mempercepat pelayanan publik hingga ke pelosok wilayah.
Dengan pendekatan layanan di lapangan, diharapkan angka kepemilikan dokumen resmi meningkat dan hambatan geografis terhadap layanan publik berkurang. Pemerintah daerah juga akan memantau pelaksanaan untuk meningkatkan kualitas dan cakupan layanan di masa mendatang.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kejuaraan Karate Inkanas Open Pelajar Se-Sumut Dibuka di Batubara
Kejuaraan Karate Inkanas Open antar pelajar se-Sumut dibuka di Batubara, 325 atlet dari 12 daerah bersaing m...
Magister Manajemen USM-Indonesia Medan: Program untuk Profesional
Magister Manajemen USM-Indonesia Medan menawarkan program pascasarjana fleksibel dan aplikatif untuk ASN, ma...
Bupati Batubara Puji Bank Sampah Berseri Ubah Sampah Jadi Pakan
Bupati Batubara memuji Bank Sampah Berseri yang mengubah sampah rumah tangga menjadi pakan dan pupuk melalui...
Sumut Target Vaksinasi Rabies 15.000 HPR dan Aspirasi Publik Tuntas di Medan
Pemprov Sumut targetkan vaksinasi rabies 15.000 HPR dan bidik rekor MURI; selain itu masalah warga Medan dit...
Dugaan Ambil Batu Sungai di Irigasi Saba Bolak, APH Diminta Turun
Tokoh Sipirok minta APH periksa dugaan pengambilan batu sungai untuk rehabilitasi Irigasi Saba Bolak; dokume...
Pojok PBB Medan Raih Rp1,07 Miliar, Program Dilanjutkan
Pojok PBB Medan kumpulkan Rp1,07 miliar (15–18 Sept 2026); program dilanjutkan 21–30 Sept di tiga lokasi str...