Jatim Alokasikan Rp274 M untuk Tambahan TPG Gaji ke-13
SURABAYA — Komisi E DPRD Jawa Timur memastikan Pemerintah Provinsi mengalokasikan Rp274 miliar dari APBD untuk membayar tambahan Tunjangan Profesi Guru (TPG) yang masuk komponen gaji ke-13 bagi 35.680 guru ASN jenjang SMA, SMK, dan SLB. Keputusan ini diambil karena belum ada kepastian pencairan dari pemerintah pusat.
Alasan dan keputusan politik
Keputusan politik untuk menganggarakannya telah disepakati antara Komisi E, Badan Anggaran (Banggar) DPRD Jatim, dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Langkah ini dimaksudkan untuk memastikan hak guru terpenuhi meski sumber dana pusat belum jelas.
"Keputusan politiknya sudah. Kita menganggarkan Rp274 miliar untuk 35.680 guru," ujar Sri Untari Bisowarno, Ketua Komisi E DPRD Jatim, Senin (3/8/2026).
Rincian fiskal dan kapasitas APBD
Menurut Untari, kemampuan fiskal Pemprov Jatim masih memadai untuk menanggung pengeluaran tersebut. Pemerintah daerah memiliki sisa lebih bayar atau SilPA yang menjadi salah satu sumber kemampuan fiskal.
"Fiskal kita kuat. SiLPA sekitar Rp3,28 triliun. Setelah berbagai perhitungan, masih ada sekitar Rp2,45 triliun dan ruang fiskal lainnya sekitar Rp500 miliar," katanya.
| Item | Keterangan |
|---|---|
| Jumlah guru | 35.680 ASN (SMA, SMK, SLB) |
| Alokasi anggaran | Rp274 miliar (sekitar Rp274,57 miliar kebutuhan) |
| SiLPA provinsi | Sekitar Rp3,28 triliun |
Proses legalisasi sebelum realisasi
Meskipun penganggaran telah disetujui internal, realisasi pembayaran masih menunggu satu tahapan akhir. Pemprov dan DPRD akan berkonsultasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk memastikan penggunaan APBD memiliki dasar hukum yang kuat.
Banggar dan TAPD disebut telah menyetujui skema anggaran. Konsultasi dengan BPK menjadi langkah final sebelum dana dapat dicairkan.
Dampak dan langkah selanjutnya
Alokasi APBD ini diambil karena Jawa Timur tidak menerima tambahan Dana Alokasi Umum (DAU) dari pemerintah pusat yang semestinya menutup kebutuhan pembayaran TPG. Kondisi tersebut menunda pencairan meski guru sudah memenuhi persyaratan administrasi.
Dengan penganggaran melalui APBD, provinsi berharap puluhan ribu guru tidak kehilangan haknya karena kendala administratif pusat. Langkah berikutnya adalah finalisasi hasil konsultasi BPK dan penetapan mekanisme pencairan kepada penerima.
Catatan: Pemerintah daerah menyatakan anggaran dan mekanisme akan diumumkan setelah legalisasi BPK selesai.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Bupati Bangkalan Lepas Atlet ke POPDA 2026, Target Pertahankan Peringkat
Bupati Bangkalan melepas 98 atlet ke POPDA 2026; Pemkab siapkan fasilitas dan beasiswa untuk pertahankan pos...
Ijen Geopark Raih Green Card UNESCO, Tantangan ke Arah Kesejahteraan
Ijen Geopark kembali meraih Green Card UNESCO; pengakuan harus diikuti langkah konservasi dan pemberdayaan u...
Inflasi Banyuwangi Terendah di Jatim, 2,69% per September 2026
Inflasi Banyuwangi tercatat 2,69% per September 2026, terendah di Jatim berkat kolaborasi TPID dan forum HLM...
Jalan Usaha Tani 200 m di Pasuruan Ditinjau, Permudah Akses Petani
Arifin meninjau pembangunan jalan usaha tani 200 m di Dusun Kedungturi, Pasuruan, sebagai upaya perbaikan ak...
Ketua DPRD Malang Dorong Penguatan Ekosistem Seni dan Urban Farming
Ketua DPRD Malang dorong KIK lebih bermanfaat, permudah perizinan seni, dan kembangkan urban farming untuk k...
Surabaya Usul Sumur Resapan untuk Kendalikan Banjir di Kampung
Ketua DPRD Surabaya usul sumur resapan untuk kendalikan banjir kampung, melengkapi bozem dan perbaikan drain...