AS Bebaskan Jaminan Visa untuk Pemegang Tiket Piala Dunia 2026
Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan pembebasan kewajiban visa bond bagi pemegang tiket resmi Piala Dunia 2026 yang menggunakan sistem FIFA PASS hingga April 2026. Kebijakan ini berlaku untuk pengunjung yang memenuhi syarat dan bertujuan mempercepat proses masuk selama turnamen.
Ringkasan kebijakan
Sebelumnya, warga dari sekitar 50 negara termasuk Aljazair, Cape Verde, Pantai Gading, Senegal, dan Tunisia diwajibkan membayar jaminan sebesar 5.000 hingga 15.000 dolar AS (sekitar Rp262 juta menurut perhitungan pada laporan awal). Dana jaminan akan dikembalikan setelah pemegang visa meninggalkan wilayah AS.
Syarat pembebasan
Asisten Menteri Luar Negeri Urusan Konsuler, Mora Namdar, menyampaikan perubahan kebijakan yang memberikan pengecualian bagi penggemar yang membeli tiket resmi dan memilih layanan FIFA PASS sebelum batas waktu. Pembebasan berlaku jika pemegang tiket terdaftar dalam sistem tersebut hingga April 2026.
"Amerika Serikat membebaskan jaminan visa bagi penggemar yang memenuhi syarat, yang telah membeli tiket Piala Dunia dan memilih FIFA PASS per 15 April 2026."
Peraturan serupa juga diterapkan untuk pemain, pelatih, dan staf pendukung tim agar proses kedatangan mereka lebih lancar selama penyelenggaraan turnamen.
Pembatasan dan pengecualian lain
Meski ada pembebasan, beberapa negara tetap masuk daftar pembatasan perjalanan. Iran dan Haiti, misalnya, masih menghadapi pembatasan termasuk larangan masuk bagi sebagian warga. Namun, pemain dan staf tim dari negara-negara tersebut akan mendapatkan pengecualian khusus selama turnamen.
Pantai Gading dan Senegal juga termasuk negara yang dikenai pembatasan sebagian, sebagai kelanjutan dari aturan sebelumnya. Pemerintah sempat mempertimbangkan pemeriksaan riwayat media sosial untuk pelancong asing, tetapi kebijakan itu belum diberlakukan.
Dampak pada pariwisata dan kritik
Industri perhotelan melaporkan bahwa persyaratan jaminan sebelumnya menekan permintaan pariwisata karena kekhawatiran antrean visa panjang dan biaya tambahan. Selain itu, langkah-langkah ketat memicu kritik dari sejumlah organisasi hak asasi internasional yang mengeluarkan travel advisory.
Aturan jaminan awalnya dimaksudkan untuk menekan pelanggaran masa tinggal dan memastikan kepatuhan imigrasi. Setelah pembicaraan dengan pihak penyelenggara, FIFA meminta pengecualian untuk pemegang tiket demi kelancaran turnamen.
Konteks dan jadwal
Piala Dunia 2026 akan digelar pada 11 Juni–19 Juli 2026 di kota-kota penyelenggara di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Langkah pembebasan jaminan ini dipandang sebagai upaya pelonggaran selektif di tengah kebijakan imigrasi yang ketat.
Ke depan, implementasi pembebasan akan dipantau untuk memastikan keamanan dan kelancaran kedatangan penonton, sambil menyeimbangkan kepentingan imigrasi dan promosi pariwisata selama turnamen.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Arsenal Tetap Berburu Pemain, Garlick Tegaskan Syarat Ketat
Richard Garlick menegaskan Arsenal masih bisa datangkan pemain sebelum jendela tutup, namun hanya jika kandi...
Kondisi Terkini Jamal Musiala Usai Dua Kali Kolaps
Jamal Musiala memastikan kondisinya baik setelah dua kali kolaps; diagnosis awal: absence seizures yang seme...
Bayern Bangkit 4-2 atas Heidenheim di Uji Coba Terakhir
Bayern menang 4-2 atas Heidenheim dalam uji coba 18 Agustus 2026, bangkit dua kali dan bersiap untuk Piala S...
Indonesia Siap Hadapi China dan Thailand di Asian Games Aichi-Nagoya 2026
Timnas Basket Putri Indonesia satu grup dengan China dan Thailand di Asian Games Aichi-Nagoya 2026, dan menj...
Persija Fokus Matangkan Taktik Jelang Uji Coba di Thailand
Persija lakukan TC dua pekan di Bangkok dan incar penyelarasan taktik lewat uji coba lawan Police Tero (19/8...
Bali United Kalah 2-3, Jannsen Ambil Pelajaran dari Dewata Challenge
Bali United kalah 2-3 dari Persib di Dewata Challenge 2026, namun pelatih Johnny Jannsen menilai ada perkemb...