JakEVO DPMPTSP DKI Jadi Pelajaran Peserta PKA BPSDM Sumut
JAKARTA — Transformasi pelayanan publik di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI Jakarta menjadi studi lapangan bagi peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan II Kelompok 1 Tahun 2026 BPSDM Provinsi Sumatera Utara pada Kamis (8/10/2026). Kunjungan ini fokus pada implementasi sistem perizinan terpadu JakEVO yang menyederhanakan alur layanan dan meningkatkan transparansi.
JakEVO: digitalisasi perizinan yang menyederhanakan proses
Peserta melihat langsung fitur utama JakEVO yang membuat proses perizinan menjadi paperless, menyediakan pelacakan layanan secara real-time, serta penerbitan sertifikat digital menggunakan Tanda Tangan Elektronik (TTE). DPMPTSP menyebut alur perizinan kini tersisa tiga langkah, sehingga warga tidak perlu bolak-balik ke kantor pelayanan.
Sistem digital ini juga dilengkapi mekanisme pemantauan yang memungkinkan pengguna mengecek status permohonan tanpa hadir fisik. Penggunaan teknologi dikombinasikan dengan pengendalian mutu yang konsisten di setiap titik layanan.
Dampak terhadap indeks kepuasan dan investasi
Penerapan inovasi tersebut berkontribusi pada capaian Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) DPMPTSP DKI Jakarta yang berada di kisaran 88–90 dengan predikat sangat baik. Dari sisi ekonomi, realisasi investasi DKI Jakarta pada 2025 tercatat mencapai Rp270,9 triliun.
Pelayanan kolaboratif dan perluasan akses
Selain transformasi digital, DPMPTSP DKI Jakarta mengembangkan pola pelayanan lintas sektor. Bentuk nyata kolaborasi itu antara lain melalui ruang solusi, layanan jemput bola di Mal Pelayanan Publik (MPP), serta perluasan akses melalui 316 titik layanan yang menjangkau kelurahan dan kecamatan.
Respons peserta dan rencana adaptasi
Ketua Angkatan II Kelompok 1 PKA BPSDM Sumatera Utara, Christianto Silalahi, mengapresiasi praktik tata kelola dan inovasi layanan yang dipelajari selama studi lapangan.
“Penerapan inovasi JakEVO dan tata kelola pelayanan terpadu di DPMPTSP DKI Jakarta memberikan pembelajaran berharga bagi kami. Teknologi yang canggih harus diimbangi dengan kepemimpinan yang kuat serta siklus kendali mutu yang konsisten di setiap titik layanan,” ujar Christianto.
Ia menambahkan bahwa praktik baik ini dapat dijadikan referensi untuk penyesuaian dan inovasi di unit kerja masing-masing di Sumatera Utara. Peserta diharapkan tidak hanya meniru teknologi, tetapi juga mengadopsi nilai kepemimpinan, mekanisme evaluasi, pendampingan, dan standardisasi mutu layanan.
Implikasi ke depan
Studi lapangan ini diharapkan mendorong peserta untuk menerjemahkan pengalaman menjadi inovasi yang sesuai kebutuhan daerah masing-masing. Jika diadaptasi dengan baik, langkah serupa berpotensi meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Maulid Nabi di RS Cut Meutia Langsa, PT CMN Tegaskan Budaya Kerja
PT Cut Meutia Medika Nusantara memperingati Maulid Nabi 1448 H di Langsa dengan doa, tausiah, dan santunan,...
Pemko Langsa Gelar Minisoccer dan Badminton Rayakan HUT KORPRI ke-55
Pemko Langsa menggelar minisoccer dan badminton untuk memeriahkan HUT KORPRI ke-55, diikuti 29 instansi dan...
Polda Sumut Tangkap Dua Penumpang di Kualanamu, Sabu 1 Kg Disita
Polda Sumut menangkap dua penumpang di Bandara Kualanamu dan menyita 1 kg sabu yang diduga hendak dikirim ke...
Pembangunan Huntap Sumut: 919 Unit Target Selesai 31 Des 2026
Pemerintah jamin 919 unit huntap di Sumut rampung 31 Des 2026 meski pembangunan masih tahap awal dan lahan j...
Ustadz Gurbas: Tidak Ada Manusia yang Hidup Tanpa Ujian
Ustadz Gurbas menegaskan setiap manusia pasti diuji; pesan itu disampaikan saat khotbah Jumat di Masjid Annu...
Pekan Budaya Medan 2026: Rico Waas Tekankan Pelestarian Kesenian
Wali Kota Medan buka Pekan Budaya 2026 (8-10 Okt) untuk melestarikan kesenian Melayu yang mulai jarang tampi...