Penelitian Ramah Lingkungan: Jabal Rahmah Raih Emas & Perak di JDIE 2026
MEDAN — Tim Research Club Jabal Rahmah Mulia meraih medali emas dan perak pada kompetisi internasional Japan Design, Idea and Engineering Competition (JDIE) 2026 di Jepang. Prestasi tercipta lewat dua penelitian berfokus pada solusi ramah lingkungan yang dikembangkan siswa sekolah tersebut.
Dua karya unggul dari Jabal Rahmah Mulia
Tim putri Team Micro Armor membawa pulang medali emas dengan penelitian berjudul Eco Friendly Antibacterial Socks and Liquid from Betel Leaf, Tea Tree Oil and Aloe Vera. Produk ini mengombinasikan ekstrak daun sirih, tea tree oil, dan aloe vera untuk menghasilkan kaus kaki dan cairan antibakteri berbahan alami.
Sementara itu, tim putra Carta di Manioca meraih medali perak lewat studi berjudul An Eco-Friendly Paper Innovation Made from Cassava Peel Waste. Inovasi ini memanfaatkan limbah kulit singkong sebagai alternatif bahan baku kertas yang lebih berkelanjutan.
Perjalanan panjang menuju panggung internasional
Persiapan kedua tim meliputi beberapa tahap: pengumpulan data, pengujian bahan, penyempurnaan prototipe, dan latihan presentasi. Mereka melalui proses seleksi internal sebelum ditunjuk mewakili Jabal Rahmah Mulia di JDIE.
Koordinator Bahasa Inggris sekolah, Ummi Fauza Azmi Rambe, mendampingi delegasi selama kompetisi. Ia memberi catatan positif terhadap kerja keras dan kebersamaan tim.
Melihat mereka berdiri di panggung JDIE membawa nama Jabal Rahmah Mulia adalah momen yang sangat membanggakan. Kami melihat bagaimana mereka melewati proses yang panjang, mulai dari menyusun penelitian, mempersiapkan presentasi, hingga menghadapi kompetisi dengan peserta dari berbagai negara. Bukan hanya tentang medali, tetapi tentang keberanian mereka membawa ide dan inovasi ke tingkat internasional.
Ummi menambahkan bahwa pengalaman internasional tersebut memperkaya kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, dan percaya diri para siswa.
Dampak dan rencana ke depan
Prestasi ini menunjukkan komitmen Jabal Rahmah Mulia dalam mendorong siswa berinovasi untuk solusi lingkungan. Sekolah menyatakan akan terus mendukung Research Club agar lebih banyak penelitian aplikatif lahir dari siswa.
Keberhasilan di JDIE juga membuka peluang kolaborasi dan pengembangan produk lebih lanjut, termasuk uji skala lebih besar dan potensi penerapan komersial yang ramah lingkungan.
Dengan dukungan yang berkelanjutan, Jabal Rahmah Mulia berharap generasi muda akan terus menghasilkan penelitian yang relevan bagi masyarakat dan tantangan global.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Turunkan Bunga PNM Mekar menjadi 8% Flat per Tahun
Pemerintah menargetkan suku bunga PNM Mekar diturunkan menjadi 8% flat per tahun, didukung subsidi Rp2,6 tri...
Golkar Labura Terima SK Kepengurusan 2025–2030, Fokus Konsolidasi
DPD Golkar Labuhanbatu Utara menerima SK kepengurusan 2025–2030 dan menargetkan konsolidasi serta regenerasi...
Razia di Rutan Banda Aceh, Senjata Tajam dan Benda Terlarang Ditemukan
Razia gabungan di Rutan Kelas IIB Banda Aceh menemukan senjata tajam dan barang terlarang, namun tidak menem...
Wali Kota: Sabang Potensial Jadi Gerbang Ekonomi dan Hub Maritim
Wali Kota Sabang hadir di seminar IKAL Aceh dan sebut Sabang berpotensi jadi hub maritim serta butuh kepasti...
Reses DPRK Subulussalam: Warga Keluhkan Lampu Jalan, Usulkan BLK Kecamatan
Warga Penanggalan keluhkan lampu jalan padam, usulkan BLK kecamatan, air bersih, dan penambahan kursi DPRK p...
Tuntutan 3 Tahun untuk Dua PSK Terkait Pemerasan ASN BPN di Medan
Dua PSK, Fajar dan Junia, dituntut tiga tahun penjara atas pemerasan terhadap ASN BPN Nias, Apriaman Lase, y...