Wali Kota Banda Aceh Raih Penghargaan Inovasi Daerah
BANDA ACEH — Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menerima penghargaan Wali Kota Penggerak Inovasi Daerah pada ajang SMSI Aceh Awards 2026. Penghargaan diserahkan di Anjong Mon Mata, Kompleks Meuligoe Gubernur Aceh, pada Sabtu (5/9) malam sebagai apresiasi atas serangkaian terobosan inovatif Pemko Banda Aceh.
Penghargaan dan program unggulan
Penghargaan ini diberikan karena lima program unggulan yang dinilai berdampak langsung kepada warga. Kelima program tersebut menjadi sorotan panitia dan publik setempat.
- Banda Aceh Academy — pengembangan kapasitas sumber daya manusia.
- Puskemas Keliling — layanan kesehatan yang mendekat ke masyarakat.
- Seniman Masuk Sekolah — pelestarian dan pengembangan budaya lokal di lingkungan pendidikan.
- Dokter Saweu Sikula — layanan medis yang mudah dijangkau.
- Penetapan Banda Aceh sebagai Kota Parfum — upaya meningkatkan kualitas lingkungan dan identitas kota.
Respons Pemerintah Kota
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Banda Aceh, Muhammad Zubir, menyambut hangat penghargaan tersebut. Ia menegaskan bahwa pengakuan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran pemerintahan kota dan masyarakat.
“Penghargaan ini milik seluruh warga dan jajaran pemerintahan kota. Kelima program inovasi tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan warga secara nyata – mulai dari pengembangan potensi masyarakat, layanan kesehatan yang semakin dekat, pelestarian budaya, hingga peningkatan kualitas lingkungan kota. Semoga ini menjadi penyemangat untuk terus menghadirkan pelayanan yang lebih baik dan terobosan yang bermanfaat,”
Zubir menyampaikan pernyataan itu pada Senin (9/5) dan menambahkan bahwa pemerintah kota berkomitmen memperluas jangkauan serta meningkatkan kualitas program-program tersebut agar manfaatnya dirasakan merata.
Pengembangan berkelanjutan dan kolaborasi
Menurut Zubir, Pemko Banda Aceh berencana menjadikan inovasi ini berkelanjutan. Pemerintah kota membuka ruang partisipasi bagi masyarakat, pelaku usaha, dan lembaga pendidikan untuk mengembangkan ide kreatif bersama.
Dengan penguatan kolaborasi, Pemko berharap Banda Aceh tidak hanya unggul dalam pelayanan publik, tetapi juga menjadi contoh bagi daerah lain dalam menghadirkan inovasi yang menyentuh langsung kehidupan warga.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Verifikasi PUG Aceh 2025: IPG 93,11 Melampaui Rata-Rata Nasional
Pj Sekda Aceh pimpin verifikasi PUG 2025 di Banda Aceh; IPG Aceh naik ke 93,11 dan melampaui rata-rata nasio...
TPAK Perempuan Aceh 45,5%: Perhatian pada Kesehatan Psikososial
TPAK perempuan Aceh 45,50% (Februari 2026); tekanan psikososial dan perlindungan kerja perlu diperkuat untuk...
Wabup Aceh Besar Serukan Disiplin Lalu Lintas saat Operasi Patuh 2026
Wabup Aceh Besar ajak warga tingkatkan disiplin lalu lintas saat Operasi Patuh Seulawah 2026 berlangsung 26...
Kejari Medan Kembalikan Berkas Ledakan, Jalan Dairi Dipersoalkan
Kejari Medan kembalikan berkas ledakan rumah ke penyidik (status P-19); Distrik Dairi soal proyek jalan; ban...
Terdakwa Indra Nasution Diduga Perantara Jual Beli Sabu di Medan
Indra Nasution ditangkap polisi menyamar saat diduga menjadi perantara jual beli sabu; jaksa menjeratnya den...
Porprovsu 2026 Ditunda ke 1-9 Desember, Alasan Belum Jelas
Porprovsu 2026 bergeser ke 1-9 Desember, KONI Sumut belum merinci alasan dan kesiapan anggaran meski menyata...