Nasional

DPR Dukung Kehadiran Indonesia di Pemakaman Ali Khamenei

Bagikan:
Delegasi Indonesia menghadiri pemakaman Ali Khamenei sebagai bentuk belasungkawa

DPR mendukung rencana Menteri Luar Negeri Sugiono dan Ketua MPR Ahmad Muzani menghadiri pemakaman mantan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang dijadwalkan pada 9 Juli 2026 di Iran. Dukungan itu disampaikan anggota Komisi I DPR RI Syamsu Rizal sebagai bentuk penghormatan dan upaya memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Republik Islam Iran.

Alasan dukungan DPR

Menurut Syamsu Rizal, kehadiran delegasi Indonesia akan menunjukkan empati bangsa dan penghormatan terhadap pemerintah serta rakyat Iran. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga hubungan persahabatan yang telah lama terjalin antara kedua negara.

"Kami mendukung rencana Menteri Luar Negeri dan Ketua MPR RI untuk menghadiri upacara pemakaman Ayatollah Ali Khamenei. Kehadiran perwakilan Indonesia menunjukkan rasa hormat dan empati bangsa Indonesia atas peristiwa yang menimpa Iran serta memperkuat hubungan bilateral yang selama ini terjalin dengan baik," kata Syamsu, Selasa, 7 Juli 2026.

Pesan kebijakan luar negeri

Rizal menekankan pentingnya konsistensi Indonesia dalam menjalankan politik luar negeri bebas aktif. Ia menyebut prinsip itu sebagai landasan pengambilan kebijakan yang berpedoman pada kepentingan nasional, kemanusiaan, dan perdamaian dunia.

"Indonesia harus terus menyerukan penghentian perang, menolak segala bentuk agresi yang mengancam kedaulatan negara lain, dan mendorong penyelesaian konflik melalui jalur damai, perdamaian dunia merupakan amanat konstitusi yang harus terus diperjuangkan," ucapnya.

Upaya diplomasi dan penyelesaian konflik

Rizal juga mengingatkan bahwa hubungan bilateral Indonesia dan Iran dibangun atas dasar saling menghormati kedaulatan serta kerja sama konstruktif. Ia mendorong dialog dan mekanisme penyelesaian sengketa secara damai sebagai prioritas komunitas internasional.

Ia menambahkan setiap negara berhak mempertahankan kedaulatan dan integritas wilayah sesuai hukum internasional. Oleh karena itu, penghormatan terhadap kedaulatan dan penyelesaian damai harus diutamakan.

Rencana kehadiran Menlu dan Ketua MPR

Sebelumnya Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan dirinya dan Ketua MPR Ahmad Muzani direncanakan menghadiri pemakaman pada Kamis, 9 Juli 2026. Pemerintah masih menunggu konfirmasi waktu dan tempat acara dari otoritas Iran.

"Ini kita masih menunggu jawaban, waktu dan tempat di mana kita bisa menghadiri acara pemakaman tersebut," kata Sugiono saat ditemui di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (6/7).

Implikasi dan harapan

Dengan langkah ini, DPR berharap Indonesia tetap berperan sebagai jembatan dialog di kawasan Timur Tengah. Dukungan diplomatik diharapkan membantu mendorong stabilitas, perdamaian, dan penghormatan terhadap hukum internasional.

Situasi kawasan diharapkan segera membaik, sementara Indonesia diposisikan untuk terus mengedepankan diplomasi santun, terbuka, dan saling menghormati dalam hubungan luar negerinya.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait