Indonesia Perkuat Perdagangan dengan Cili lewat Forum Bisnis
Pemerintah Indonesia melalui KBRI Santiago dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Santiago menggelar Breakfast Meeting bersama komunitas pelaku usaha anggota PROhumana di Santiago untuk memperkuat hubungan perdagangan dengan Cili. Pernyataan terkait disampaikan oleh pejabat Kementerian Perdagangan dan Duta Besar RI, 3 Juni 2026.
Fokus pada ekspor berkelanjutan
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, menilai Cili sebagai mitra strategis di Amerika Latin. Menurutnya, tren pasar global yang mengedepankan keberlanjutan membuka peluang bagi produk unggulan Indonesia.
"Tren pasar global yang semakin mengedepankan aspek keberlanjutan menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk memperkuat ekspor produk unggulan. Indonesia pun mempromosikan berbagai produk potensial yang sesuai dengan tren pasar Cili,"
Peran Indonesia–Chile CEPA
Puntodewi menyoroti implementasi Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) sebagai pendorong akses pasar. Ia berharap perluasan kerja sama pada sektor jasa dan investasi dapat memperkuat hubungan ekonomi kedua negara.
"Melalui implementasi Indonesia-Chile CEPA dan penguatan promosi perdagangan, Indonesia terus mendorong perluasan akses pasar. Akses pasar tersebut bagi produk-produk bernilai tambah dan berkelanjutan di pasar Cili,"
Data perdagangan dan komoditas unggulan
Hubungan dagang antara kedua negara menunjukkan tren positif pascaimplementasi CEPA. Pada 2025, total perdagangan bilateral mencapai 535,51 juta dolar AS, naik 12,40 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Indonesia semakin kompetitif di pasar Cili untuk produk otomotif, pupuk, dan alas kaki. Peningkatan ini menunjukkan peluang bagi ekspor bernilai tambah.
Promosi pameran dan peluang kemitraan
Dalam pertemuan, Indonesia mengajak pelaku usaha Cili memanfaatkan beberapa agenda perdagangan 2026 untuk memperluas jejaring dan menjajaki kemitraan jangka panjang:
- Trade Expo Indonesia 2026
- Espacio Food & Service 2026
- Indonesia-Latin America and the Caribbean Business Forum (INALAC) 2026
Kerja sama ketahanan pangan
Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Cili, Vedi Kurnia Buana, menyoroti ketahanan pangan sebagai isu global yang membutuhkan kolaborasi internasional. Ia menyebut tantangan terkait akses pangan, logistik, teknologi, dan stabilitas ekonomi.
"Indonesia dan Cili memiliki kepentingan yang sama untuk memastikan pertumbuhan ekonomi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Oleh karena itu, kerja sama di bidang perdagangan, investasi, teknologi pangan, dan inovasi menjadi sangat penting,"
Vedi menekankan pentingnya memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi untuk membangun sistem pangan yang tangguh di kedua negara.
Langkah-langkah promosi dan implementasi CEPA diharapkan memperluas akses pasar bagi produk bernilai tambah Indonesia dan membuka peluang investasi serta transfer teknologi dengan Cili ke depan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Produk Indonesia Dilirik Buyer Spanyol, Potensi Transaksi USD2,31 Juta
Atase Perdagangan RI di Madrid catat potensi transaksi USD2,31 juta dari business matching; buyer Spanyol mi...
ISF 2026 Perkuat Kolaborasi Global untuk Pertumbuhan Berkelanjutan
ISF 2026 digelar 6-7 Oktober di Jakarta untuk memperkuat kolaborasi global dalam pembiayaan, teknologi, dan...
Konsistensi Pasokan Ayam Kunci Kelancaran Operasional Bisnis Kuliner
Konsistensi pasokan ayam — ukuran, potongan, kualitas, dan jadwal pengiriman — menjadi penentu efisiensi dan...
Geo Dipa: Potensi Panas Bumi Indonesia Baru 11% Tergarap
Geo Dipa: potensi panas bumi 24 GW, namun baru 11% (2,7 GW) tergarap; hambatan utama biaya tinggi, waktu pem...
BI: KLM Perkuat Pembiayaan Perumahan, Rp118 T Tersalurkan
BI menyatakan KLM mendukung pembiayaan perumahan; realisasi 1,32% setara Rp118 triliun disalurkan ke 111 ban...
DPR Soroti Usulan HIPMI Naikkan Plafon KUR Jadi Rp2 Miliar
DPR menyoroti usulan HIPMI naikkan plafon KUR menjadi Rp2 miliar untuk memperluas pembiayaan UMKM kelas mene...